‎Bupati Pasuruan Dukung Film Horor “Petaka Gunung Welirang” sebagai Senjata Promosi Wisata

Gambar. Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo saat diwawancarai awak media seusai menonton film horor "Petaka Gunung Welirang".(Dok.Kabarpresisi).
banner 500x300

‎PASURUAN | KABAR PRESISI – Deru mesin proyektor dan heningnya penonton di Bioskop NSC Pandaan Jumat malam (3/7/2026) menjadi saksi bisik bisik baru bagi pariwisata Kabupaten Pasuruan. Di tengah ketegangan film horor “Petaka Gunung Welirang (Misteri Alas Lali Jiwo)”, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, justru melihat peluang emas.

‎Usai menyaksikan langsung pemutaran perdana di kawasan Jalan Surabaya-Malang, Dusun Jetak, Desa Karangjati, ia menyatakan dukungan penuh terhadap film ini bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan sebagai “duta” pariwisata daerah.

‎Bagi Rusdi, film misteri ini lebih dari sekadar cerita menegangkan. Setiap sudut kamera yang menyapu lereng Gunung Welirang, hamparan pegunungan, hingga destinasi lokal lainnya adalah bingkai promosi yang ampuh.

‎”Promosi melalui perfilman mungkin tidak terasa efeknya instan, tapi daya ledaknya luar biasa dalam membangun kesadaran publik. Saat film ini ramai, maka nama Pasuruan akan otomatis melekat di benak penonton,” ujar Rusdi dengan penuh optimisme.

‎Film yang mengangkat nuansa mistis ini sengaja mengarahkan sorotan pada keindahan Kecamatan Prigen dan sekitarnya. Namun, ada satu lokasi yang paling menarik perhatian: Air Terjun Putuk Truno yang selama ini menjadi primadona, serta kawasan Alas Lali Jiwo yang kaya akan perpaduan pesona alam dan budaya lokal.

‎Bupati juga menyoroti potensi besar kawasan Gunung Welirang yang berdampingan dengan Gunung Arjuno. Menurutnya, maraknya pertumbuhan kafe dan destinasi baru di wilayah Prigen, Pandaan, hingga Sukorejo adalah sinyal positif bahwa pariwisata Pasuruan sedang “naik kelas”.

‎Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bertindak sebagai produser. Peran mereka adalah di balik layar: mempercepat perizinan dan memberikan fasilitasi. Dukungan pun mengalir dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti BPBD, DPMPTSP, dan Dinas Pariwisata.

‎”Kolaborasi ini adalah bukti bahwa karya kreatif bisa menjadi gerbang utama pengenalan daerah,” tegasnya.

‎Tak berhenti di situ, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyiapkan jurus jitu ke depan. Digitalisasi promosi wisata, akses perizinan yang super cepat, serta pemetaan potensi destinasi akan digencarkan.

‎Langkah ini diharapkan tidak hanya menarik investasi, tetapi juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk berkontribusi melalui media sosial.

‎”Suara masyarakat adalah bahan bakar kami. Ide dan masukan dari mereka akan kami jadikan peta jalan promosi yang lebih segar,” tambahnya.

‎Rusdi pun mengajak seluruh elemen untuk bergerak bersama. Menurutnya, kesuksesan pariwisata bukan tanggung jawab pemerintah semata, melainkan kolaborasi antara warga dan pelaku industri kreatif.

‎Ia berharap film “Petaka Gunung Welirang” menjadi pemicu arus wisatawan yang dapat menggerakkan roda ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

‎Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme publik luar biasa. Bioskop NSC Pandaan tampak dipadati pengunjung sejak sore, membuktikan bahwa rasa penasaran terhadap “misteri” kawasan ini bukan hanya milik para pencinta horor, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta petualangan alam Pasuruan.($@N)

banner 500x300
Baca Juga :  ‎Sidang Gugatan PTSL Randupitu Ditunda, Kuasa Hukum: Proses Tetap Normatif
Penulis: M.HasanEditor: M.Hasan