banner 500x300

Semangat Martopuro Bersatu: Sambut Baik Program Satu Kecamatan Satu Pelatih Demi Kebangkitan Persekabpas

Gambar. Saat berlangsungnya acara cangkruk an di Kampung Tarzan.(Dok.Kabarpresisi).
banner 500x300

PASURUAN | KABARPRESISI – Semangat membangun sepak bola dari akar rumput terus bergeliat. Warga Desa Martopuro yang tergabung dalam wadah “Martopuro Bersatu” menggelar diskusi santai atau cangkrukan pada Minggu (19/4/26) malam, bertempat di Kampung Tarzan, Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari.

Kegiatan yang berlangsung hangat itu membahas salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, yakni “Satu Kecamatan Satu Pelatih Sepak Bola.” Warga menilai program ini sebagai langkah strategis untuk membangun struktur pembinaan olahraga sepak bola, khususnya demi masa depan Persekabpas.

Dipimpin oleh Sugeng Ariyanto yang akrab disapa Mbah Geng, forum diskusi tersebut juga menjadi ajang silaturahmi dengan Waluyo, mantan Kepala Desa Kertosari.

Baca Juga :  Wujudkan Pelayanan Bersih, Dirjen Pas Tegaskan Pengelolaan Fasilitas dan Makanan Warga Binaan

Fokus utama pembahasan adalah rencana pemilihan pelatih bersertifikat di setiap kecamatan. Tak hanya bertugas melatih, para pelatih terpilih nantinya akan mendapat kesempatan mengikuti pendidikan kepelatihan secara resmi.

Warga Martoporo Bersatu menyoroti pentingnya sosok pelatih yang kompeten dan dekat dengan pemain untuk Kecamatan Purwosari. Mereka berharap program ini mampu menciptakan pembinaan yang lebih terstruktur hingga ke tingkat desa, sekaligus melahirkan bibit unggul bagi kebangkitan Persekabpas.

Salah satu pecinta sepak bola yang akrab disapa Bang Wit, Wito, menyambut baik program tersebut.

“Jika benar ini terjadi, satu kecamatan satu pelatih berlisensi di Purwosari, saya mendukung. Semua demi kebangkitan sepak bola andalan kita, Persekabpas,” ujarnya antusias.

Baca Juga :  ‎DPRD Kabupaten Pasuruan Serahkan Rekomendasi LKPJ Bupati 2025, Apresiasi 12 Kali WTP

Wito yang juga merupakan bagian dari klub Gapalma Martopuro menambahkan, bibit-bibit muda harus disiapkan sejak dini di tiap kecamatan.

“Persekabpas dulu pernah disegani klub-klub Liga Satu. Sekarang saatnya bangkit lagi dan mengembalikan citra terbaik bagi masyarakat Pasuruan,” tegasnya.

Senada dengan Wito, Waluyo, mantan Kades Kertosari, menyatakan dukungan penuh. Menurutnya, Persekabpas adalah klub penuh sejarah dan perjuangan.

“Sekolah Sepak Bola (SSB) harus digelar dari tingkat dini hingga remaja. Agar Persekabpas punya pemain yang dicetak sendiri,” kata Waluyo.

Baca Juga :  ‎Makanan Diduga Basi, Program MBG di Pasuruan Dikeluhkan Siswa dan Ditindaklanjuti AJPB

Cangkrukan yang berlangsung khidmat dengan iringan musik elektron itu menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat terhadap masa depan sepak bola daerah. Warga yang hadir juga mengucapkan terima kasih kepada Waluyo atas fasilitasi diskusi malam itu. ($@n)

Penulis: M.HasanEditor: M.Hasan