PASURUAN | KABARPRESISI – Hari-hari seorang gadis belia berusia 13 tahun, yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), berubah menjadi mimpi buruk setelah ia menjadi korban pelecehan seksual. Ironisnya, terduga pelaku adalah mertua dari ayah kandungnya sendiri.
Korban, yang disamakan namanya menjadi Melati, adalah anak dari pasangan MZR (ayah) warga Desa Pakijangan, Kecamatan Wonorejo, dan NNF (ibu) warga Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.
Setelah kedua orang tuanya bercerai, Melati tinggal bersama sang ayah. MZR kemudian menikah lagi dengan seorang wanita asal Desa Jatisari, Kecamatan Purwodadi. Sejak saat itu, Melati ikut tinggal di rumah ayah dan keluarga barunya di Jatisari. Di sanalah pilu itu bermula.
Ibu kandung Melati, NNF, mengungkapkan kepedihan hatinya saat mengetahui anaknya menjadi korban pelecehan seksual. Peristiwa tragis itu terjadi sekitar sepuluh hari lalu. Pelaku tidak hanya melakukan pelecehan, tetapi juga tega merenggut kesucian anak di bawah umur tersebut.
”Dari pengakuan anak saya, dia diperkosa. Saat pelaku melakukan perbuatan tidak senonoh itu, anak saya hanya merasakan sakit, lalu vaginanya terasa basah. Ia mengusapnya dengan tisu dan melihat ada darah. Setelah itu, pelaku memberinya uang Rp100.000 dan berpesan agar tidak memberi tahu siapa pun,” tutur NNF dengan suara bergetar, Sabtu (18/4/2026) malam.
Akibat kejadian ini, psikologis Melati hancur. Ia mengalami trauma berat dan menolak kembali tinggal di Desa Jatisari. Saat ini, Melati memilih berlindung di rumah ayahnya di Wonorejo, meski luka batinnya masih terasa sangat dalam.
Seorang warga setempat, SK, menyampaikan bahwa kampungnya kini sedang geger dengan adanya dugaan pelecehan yang dilakukan oleh mertua dari ayah kandung Melati. Yang lebih mengejutkan, ayah kandung korban justru berupaya menutup-nutupi kasus ini.
”Padahal pelaku sudah mengakui dan meminta maaf pada keluarga korban dari pihak istri sebelumnya, yakni ibu Melati. Kok malah membela pelaku? Hal ini sangat memalukan. Orang tua seperti ini sangat tidak becus,” ujar SK.
Warga setempat saat ini berharap aparat penegak hukum dan lembaga terkait segera turun ke lokasi agar pelaku dapat diamankan.($@n/Lum/tim)
Mirip Sinetron: Usai Ayah Menikah Lagi, Gadis Belia Jadi Korban Kekerasan Seksual oleh Mertua Baru











