Wawancara Eksklusif Kakanwil Jatim, Komitmen Pemberantasan Narkoba dan Program Strategis Lapas Pasuruan

banner 500x300

‎PASURUAN | KABARPRESISI – Usai memimpin acara pisah sambut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Pasuruan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, memberikan keterangan pers kepada awak media.

Dalam wawancara eksklusif tersebut, ia memaparkan sejumlah langkah strategis yang akan diambil, mulai dari pemberantasan narkoba, percepatan relokasi lapas, hingga pengembangan potensi konveksi bagi warga binaan.

‎Kusnali menegaskan, pemberantasan narkoba menjadi prioritas utama yang selaras dengan 15 program aksi Kementerian Hukum dan HAM, khususnya program ke-6 yang mengusung pemberantasan narkoba dan penipuan dengan berbagai modus. Ia mengaku telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk melaksanakan tiga langkah konkret.

‎”Pertama, saya sudah perintahkan seluruh jajaran untuk melaksanakan kegiatan razia rutin minimal dua kali dalam sepekan. Kedua, kami tingkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan BNN untuk melakukan tes urine sebagai deteksi dini. Ketiga, kami perkuat pengawasan dan penggeledahan barang terlarang yang masuk ke lapas melalui sistem P2O (Pemeriksaan dan Penggeledahan), terutama terhadap barang dan badan yang masuk ke dalam lapas,” jelas Kusnali.

‎Ia berharap dengan langkah-langkah tersebut, kasus penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan dapat ditekan secara signifikan.

‎Kusnali juga menyoroti pentingnya implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Ia berharap regulasi ini dapat memberikan pendekatan yang lebih humanis bagi pengguna narkoba, sehingga mereka tidak harus menjalani hukuman penjara.

‎”Ke depan, pemberlakuan UU 1/2023 mudah-mudahan bisa dilakukan bagi pengguna narkoba. Mereka cukup dikenai tindakan rehabilitasi, tidak harus masuk ke dalam lapas. Dengan demikian, kepadatan kapasitas yang ada di Lapas Pasuruan secara otomatis dapat teratasi,” ujar Kusnali optimistis.

‎Mengenai relokasi Lapas Pasuruan ke lahan hibah seluas 5 hektar, Kusnali menargetkan proses pemindahan dapat dilakukan pada bulan September 2026. Ia mengaku telah melaporkan kesiapan tersebut dan berharap tidak ada hambatan berarti.

‎”Kami berharap di bulan September ini nanti sudah bisa ditempati. Memang masih ada satu kekurangan, yaitu pembatas antara blok hunian dengan perkantoran yang belum terbangun. Kami berharap ada dukungan dari Kementerian untuk segera merealisasikannya, sehingga keamanan dan ketertiban di lapas baru benar-benar terjaga,” tegasnya.

‎Kusnali menekankan bahwa keamanan tetap menjadi prioritas utama di samping pembinaan. Kedua aspek harus berjalan seimbang dan tidak bisa diabaikan.

‎Kusnali juga mengingatkan pentingnya sinergi dan kolaborasi, baik internal maupun eksternal, terutama dengan Pemerintah Daerah dan Forkopimda. Ia berpesan agar program-program yang sudah dirintis oleh Kalapas lama tetap dilanjutkan dan ditingkatkan oleh kepemimpinan baru.

‎”Pergantian pimpinan jangan sampai menghentikan program yang sudah berjalan dengan baik. Yang penting adalah sinergi dan kolaborasi. Yang sudah baik dipertahankan, yang kurang kita perbaiki bersama,” pesannya.

‎Dalam kesempatan tersebut, Kusnali juga mempromosikan potensi konveksi yang telah berjalan di Lapas Pasuruan. Ia mengajak masyarakat dan instansi untuk memanfaatkan layanan jahit dan pembuatan kaos yang dihasilkan oleh warga binaan.

‎”Mungkin masyarakat luar belum banyak tahu. Melalui media ini kami informasikan bahwa di Lapas Pasuruan ada kegiatan positif dalam bentuk konveksi. Perkantoran, sekolah, dan masyarakat yang memerlukan pembuatan kaos atau produk konveksi lainnya bisa bekerja sama dengan Lapas Pasuruan,” pungkas Kusnali.

‎Dengan berbagai program strategis yang telah dicanangkan, Kusnali optimistis Lapas Pasuruan ke depan dapat menjadi lembaga pemasyarakatan yang lebih baik, humanis, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.($@N)

banner 500x300
Baca Juga :  Anggota DPR Tinjau Layanan Lapas Karawang, Apresiasi Program Ketahanan Pangan
Penulis: M.HasanEditor: M.Hasan