PASURUAN | KABARPRESISI — Komisi XIII DPR RI, Dra. Hj. Annisah Syakur, melaksanakan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasuruan guna meninjau secara langsung pelaksanaan pembinaan warga binaan, pelayanan publik, hingga progres pembangunan Lapas Pasuruan yang baru di Tapaan.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Lapas Pasuruan, Tri Wibawa Kristiyana, beserta jajaran. Kunjungan diawali dengan peninjauan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), kemudian memasuki area lapas yang disambut lantunan hadrah oleh warga binaan Blok Pesantren sebagai wujud pembinaan kepribadian berbasis keagamaan.
Selama berada di dalam lapas, Annisah Syakur berinteraksi langsung dengan warga binaan sekaligus meninjau berbagai program pembinaan kemandirian yang menjadi unggulan Lapas Pasuruan. Mulai dari area konveksi, bengkel kerja, proses menjahit pakaian, pembuatan surban, produksi tempe, barber shop, hingga kerajinan tangan berupa “Celengan Karakter” hasil karya warga binaan.
Kunjungan dilanjutkan ke kawasan ketahanan pangan untuk melihat budidaya perikanan, kebun sayur, serta memanen telur dari ratusan ayam petelur yang dikelola warga binaan sebagai bagian dari pembinaan produktif.
Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke Blok AB untuk melihat budaya literasi yang dikembangkan melalui Gerobak Baca atau perpustakaan keliling, yang dimanfaatkan langsung oleh warga binaan sebagai sarana meningkatkan minat baca.
Selanjutnya, rombongan meninjau dapur lapas untuk memastikan proses pengolahan makanan bagi warga binaan berjalan sesuai standar, sebelum menutup kegiatan dengan menyapa dan berdialog langsung bersama warga binaan di aula Lapas Pasuruan. Setelah itu, Komisi XIII DPR RI juga meninjau lokasi pembangunan Lapas Pasuruan yang baru di kawasan Tapaan.
Kepala Lapas Pasuruan, Tri Wibawa Kristiyana, menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan di lingkungan pemasyarakatan.
“Kehadiran Komisi XIII DPR RI menjadi energi positif bagi kami untuk terus menghadirkan pembinaan yang produktif, humanis, dan berdampak nyata. Kami ingin masyarakat melihat bahwa lapas bukan hanya tempat menjalani pidana, tetapi juga tempat membangun kembali kualitas hidup warga binaan melalui pendidikan, keterampilan, dan kemandirian,” ujarnya.
Sementara itu, Dra. Hj. Annisah Syakur mengapresiasi berbagai inovasi pembinaan yang dijalankan Lapas Pasuruan, mulai dari pembinaan keagamaan, pelatihan kerja, ketahanan pangan, hingga penguatan budaya literasi.
“Saya melihat pembinaan di Lapas Pasuruan berjalan dengan baik dan menyentuh berbagai aspek kehidupan warga binaan. Program-program seperti ini perlu terus didukung karena memberikan bekal nyata bagi warga binaan untuk kembali menjadi pribadi yang produktif saat kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kunjungan kerja ini, sinergi antara DPR RI dan jajaran pemasyarakatan diharapkan semakin kuat dalam mendukung peningkatan kualitas pembinaan, pelayanan publik, serta pembangunan sarana dan prasarana pemasyarakatan yang semakin modern, aman, dan berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan.
(Humas Lapas Pasuruan)











