“Muharram di Rembang: Ketika 27 Pasang Mata Yatim Menatap Harapan dari Majelis Mutalimin”

banner 500x300

PASURUAN | KABARPRESISI – Di balik gemerlap malam yang sunyi, Madin Roudlotul Hamdi di Desa Rembang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, berubah menjadi pelabuhan kasih.

Kamis malam (02/07/2026), yang bertepatan dengan bulan Muharram bulan yang sarat makna pengorbanan dan kesedihan Majelis Mutalimin, Mutalimat, serta Jami’yah Rutinan Jum’at Legi Rembang 3 menggelar santunan untuk 27 anak yatim piatu.

Suasana haru menyelimuti setiap sudut ruangan. Kehadiran 27 anak yang kehilangan sandaran cinta orang tua, duduk dengan polos dan mata yang berbinar, seakan menjadi pengingat betapa beratnya perjalanan hidup yang mereka jalani. Mereka bukan sekadar penerima bingkisan, melainkan cerminan jiwa-jiwa kuat yang layak mendapat uluran kasih.

Para pengurus Madin Roudlotul Hamdi, jajaran Mutalimin, Mutalimat se-Kecamatan Rembang III, serta jamaah Jami’yah turut hadir untuk menepis sepi di hati anak-anak yatim.

Baca Juga :  Naik Penyidikan hingga Laporan Baru, Mantan Suami Eni Saptarini Kini Terjepit Dua Kasus di Polres Pasuruan

Dalam sambutannya, pengurus Madin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ritual rutin setiap malam Jum’at Legi, namun istimewa karena bertepatan dengan tahun baru Islam.

“Alhamdulillah, malam ini kami bisa mengumpulkan 27 anak yatim dan memberikan bingkisan. Ini semua berkat kepedulian dari Jami’yah kita sendiri, dan tak lupa dari teman-teman alumni yang kini telah sukses secara ekonomi. Mereka yang dulu kecil kini tergerak untuk kembali menebar manfaat,” ujarnya dengan suara bergetar, menahan rasa haru.

Para donatur dari berbagai desa turut ambil bagian. Mereka datang dari empat dusun di Rembang, serta dari Orobulu, Kedung Banteng, Kalisat, Pajaran, dan Krengi.

Baca Juga :  Kecelakaan Adu Banteng, Dua Warga Sumberglagah Kecamatan Rembang Mengalami Luka-Luka

Namun, di balik kebahagiaan kecil yang dibagikan, ada pengakuan pilu dari pengurus: saat ini jangkauan bantuan masih terbatas pada yatim piatu yang terdaftar di internal Jami’yah.

“Harapan kami, tahun depan kami bisa menjangkau lebih banyak lagi. Bukan hanya anak-anak di lingkungan kami, tetapi juga yang berada di luar Jami’yah. Karena setiap anak yatim punya hak yang sama untuk merasakan hangatnya kasih sayang,” ungkapnya, sembari menatap satu per satu bocah yang duduk manis di hadapannya.

Meski ada duka yang terukir dari kehilangan orang tua, malam itu berjalan dengan khidmat, tertib, dan penuh kedamaian. Tangis haru bercampur senyum syukur mewarnai akhir acara.

Baca Juga :  ‎Sidang Gugatan PTSL Randupitu Ditunda, Kuasa Hukum: Proses Tetap Normatif

Santunan ini bukan sekadar bingkisan, melainkan pelukan panjang bagi jiwa-jiwa yang merindukan kehangatan keluarga.

Sebuah langkah kecil dari Majelis Mutalimin dan Jami’yah Rembang 3, yang semoga menjadi pengingat bagi kita semua: bahwa di sela kesibukan dunia, masih ada tangan-tangan kecil yang menunggu uluran kasih.($@n)

banner 500x300
Penulis: M.HasanEditor: M.Hasan