PASURUAN | KABARPRESISI – Denting proklamasi ke-81 tahun bergema tak hanya dalam upacara dan lomba. Di Kabupaten Pasuruan, semangat kemerdekaan menjelma dalam aksi kemanusiaan yang menggetarkan jiwa. Senin (24/08/2026), di Kantor Jembatan Timbang UPPKB Rejoso, Dusun Gapuk, Desa Rejoso Lor, darah mengalir sebagai simbol cinta dan kepedulian tanpa batas.
Dengan tema “Setetes Darah Anda Harapan Bagi Mereka”, Satuan Pelayanan UPPKB Rejoso bersama TNI, Polri, dan organisasi kepemudaan menggelar donor darah massal yang tak sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata sinergi antarinstansi untuk sesama.
Sejak pagi, antusiasme membuncah. Puluhan pendonor dari berbagai elemen DPD KNPI Jatim, Polsek Rejoso, Koramil 0819/08 Rejoso, hingga awak media dari Lintasmatra.com turun langsung memeriahkan jalanan kemanusiaan.
Di antara sorak semangat, Huda Mushonnif, Kepala Jembatan Timbang UPPKB Rejoso, menjadi pelopor pertama yang menyumbangkan darahnya. Didampingi Budi dari BPTD Jatim, ia mengawali rangkaian donor penuh makna.
Tak berselang lama, Komandan Koramil 0819/08 Rejoso, Kapten Cpl Adia Warman, bersama jajarannya hadir dengan sigap, menunjukkan bahwa seragam TNI bukan hanya untuk keamanan, tapi juga untuk kemanusiaan.
Kehadiran Wakil Ketua DPD KNPI Jatim, Hariyanto SH, menambah daftar pahlawan sosial yang rela mengorbankan setetes darah untuk sejuta harapan.
Dalam kesibukan ruang donor, Huda Mushonnif, S.Sos, M.Si, Kepala UPPKB Rejoso, berbicara dengan mata berkaca-kaca:
”Donor darah bukan sekadar prosedur medis. Ini amal kemanusiaan yang bernilai ibadah. Niat ikhlas menolong sesama adalah sedekah dan wujud nyata ajaran agama. Darah yang kita berikan adalah harapan hidup bagi mereka yang membutuhkan.”
Sejalan dengan itu, Danramil Rejoso, Kapten Cpl Adia Warman, menegaskan bahwa TNI hadir tak hanya di garis keamanan, tapi juga di garis sosial. “Ini bagian dari pengabdian kami kepada rakyat,” ucapnya mantap.
Sementara Hariyanto SH, Wakil Ketua DPD KNPI Jatim, menyebut donor darah sebagai gerakan pemuda untuk Indonesia sehat. Ia berharap kegiatan ini rutin digalakkan, mengingat stok darah PMI sangat krusial bagi keselamatan pasien.
Hingga berita ini ditayangkan, rangkaian donor yang bekerja sama dengan PMI Kabupaten Pasuruan masih berlangsung lancar.
Terpantau puluhan pendonor terus mendaftar, dari berbagai kalangan, menunjukkan gotong royong dan kepedulian sosial di Kabupaten Pasuruan masih membara di usia kemerdekaan ke-81. (tim/red)











