‎Dugaan Investasi Sapi Fiktif Berujung Pengeroyokan, Warga Tutur Siap Tempuh Jalur Hukum

Praktik investasi bodong kembali memakan korban di Kabupaten Pasuruan.

Foto ilustrasi (ist)
banner 500x300

‎PASURUAN | KABAR PRESISI — Praktik investasi bodong kembali memakan korban di Kabupaten Pasuruan. Seorang warga Kecamatan Tutur berinisial SAA harus kehilangan uang belasan juta rupiah setelah tergiur bisnis jual-beli sapi yang ternyata fiktif. Namun, yang lebih tragis, upayanya menagih hak justru berujung pada aksi pengeroyokan.

‎Kasus ini bermula ketika terduga pelaku berinisial DAP, yang juga warga Tutur, menghubungi SAA melalui WhatsApp. Dengan alasan kekurangan modal operasional, DAP membujuk SAA menyuntikkan dana sebesar Rp12 juta untuk membeli seekor sapi.

‎”DAP menjanjikan bagi hasil menggiurkan. Katanya, keuntungan bersih akan dibagi rata dua pihak,” ujar SAA kepada awak media, Jumat (5/6/2026).

‎Janji manis itu sirna setelah empat bulan berlalu tanpa kabar. SAA yang mencoba meminta transparansi soal kondisi sapi justru diabaikan. Pesan dan panggilan teleponnya kerap tak berbalas.

‎Penelusuran mandiri ke lingkungan DAP membawa kejutan pahit. Para tetangga mengungkap fakta bahwa DAP tak pernah berkecimpung di bisnis peternakan sapi. Bahkan, foto sapi yang dikirim sebagai “pemikat modal” ternyata milik orang tuanya, bukan aset bisnis yang disepakati.

‎Konflik memuncak Jumat (5/6/2026). Berniat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, SAA mengutus rekannya bernama Yani untuk menagih pengembalian modal. Alih-alih mendapat respons baik, Yani justru menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan DAP bersama tiga keluarganya.

‎Merasa dirugikan secara materiil dan moril, SAA menegaskan tak akan tinggal diam. Pihaknya kini menyiapkan langkah hukum strategis untuk membawa DAP ke meja hijau.

‎”Perkara dugaan penipuan, penggelapan, dan aksi kekerasan fisik ini akan kami teruskan ke jalur hukum, baik pidana maupun perdata, agar ada efek jera,” tegas SAA.($@n/tim)

banner 500x300
Baca Juga :  Polsek Bangil Gelar Bakti Sosial Bersama Forkopimcam dan KOMPPAK Sambut Hari Bhayangkara ke-80