‎Bukan Sekadar Artis dan Kalapas: Irfan Hakim dan Ma’ruf Prasetyo Tunjukkan Makna Kasih Sayang di LASKAR Farm

banner 500x300

KARAWANG | KABARPRESISI — Ada pelajaran hidup yang tak pernah tertulis di papan tulis. Ia tumbuh dari tanah yang dicangkul, dari hewan yang diberi makan setiap pagi, dan dari ketulusan merawat kehidupan lain.

Nilai-nilai itulah yang terasa begitu dekat saat Irfan Hakim artis, presenter, dan pegiat peternakan Indonesia,melangkah masuk ke LASKAR Farm, Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Karawang, pada Minggu (19/07/2026).

‎Bersama Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf Prasetyo, Irfan menyusuri setiap sudut kawasan pembinaan yang dulu hanya lahan biasa. Kini, tempat itu telah bertransformasi menjadi ruang belajar yang sarat makna.

Di hadapannya terbentang program pembinaan kemandirian yang mencakup perkebunan, pertanian, perikanan, dan peternakan semuanya dirancang bukan sekadar untuk mengajar keterampilan, tetapi juga membentuk watak.

‎Perhatian Irfan khususnya tertambat pada sektor peternakan. Ia mengamati budidaya Ayam KUB, Domba Dorper dan Texel, penggemukan sapi, hingga proses penetasan telur dengan saksama.

Baca Juga :  ‎Ribuan Jiwa Bergema di Karangrejo: Sedekah Bumi, Syukur yang Menari dan Berkah yang Diperebutkan ‎

Baginya, setiap kandang yang dijaga dan setiap hewan yang dirawat oleh warga binaan mengandung pesan yang jauh lebih dalam dari sekadar produksi.

‎Merawat hewan mengajarkan kesabaran. Memberi makan setiap hari menumbuhkan rasa tanggung jawab. Menjaga kehidupan lain menanamkan empati. Nilai-nilai sederhana itulah yang diam-diam membentuk ulang karakter warga binaan Lapas Karawang.

‎Di sela kunjungan, Ma’ruf Prasetyo menyampaikan bahwa LASKAR Farm dibangun sebagai ruang rehabilitasi karakter, bukan sekadar tempat bekerja.

Baca Juga :  Jagung Petani Sukorejo Tembus Bulog, Polisi Kawal Pengiriman Hasil Panen

“Kami percaya pembinaan yang baik tak hanya menghasilkan keterampilan, tetapi juga membentuk pribadi yang peduli, bertanggung jawab, dan penuh kasih sayang. Saat seseorang belajar merawat kehidupan, ia sedang belajar menghargai kehidupan itu sendiri,” ujarnya.

‎Sepanjang kunjungan, suasana terasa hangat dan akrab. Irfan berdialog dengan petugas dan warga binaan, berbagi cerita dan pengalaman seputar dunia peternakan, serta menyemangati mereka untuk terus mengasah kemampuan.

Kehadirannya menjadi suntikan motivasi agar setiap warga binaan memanfaatkan masa pembinaan sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat dengan lebih baik.

‎Kunjungan ini mengingatkan bahwa perubahan besar sering kali lahir dari hal-hal kecil. Dari kepedulian terhadap makhluk hidup yang dirawat setiap hari, dari tangan-tangan yang bekerja dengan tulus, dan dari hati yang belajar untuk menyayangi.

‎Dari LASKAR Farm, sebuah pesan sederhana menggema: ketika seseorang mampu menyayangi sesama makhluk hidup, di situlah empati bersemi, tanggung jawab terbentuk, dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik mulai menemukan jalannya.($@n)

banner 500x300