PASURUAN | KABAR PRESISI – M. Yusuf Hasim, Kepala Desa (Kades) Kluwut, Kecamatan Wonorejo, angkat bicara terkait namanya yang dikaitkan dengan kasus dugaan penggelapan mobil Toyota Innova Reborn.
Ia membantah terlibat dan menegaskan akan memenuhi panggilan penyidik Polres Pasuruan pada Jumat (06/03/2026) untuk memberikan klarifikasi.
Pria yang akrab disapa Has ini menjelaskan, perannya dalam perkara tersebut murni sebagai mediator. Kronologi berawal saat ia sedang menunaikan ibadah Umroh di Tanah Suci.
Ia dihubungi seseorang via WhatsApp yang mengirimkan foto mobil Innova Reborn dan meminta bantuannya untuk memonitor keberadaan kendaraan tersebut, yang diduga berada di tangan oknum anggota ormas Sakera.
“Saya awalnya menjawab tidak tahu menahu soal mobil rental. Saya sarankan untuk mencari informasi ke orang lain,” ujar Has saat dikonfirmasi, Rabu (04/03/2026).
Namun, pembicaraan berlanjut ketika pengirim pesan tersebut menyebut bahwa dirinya adalah pengurus Sakera. Hal ini membuat Has merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membantu menelusuri informasi.
Upaya pencariannya membuahkan hasil ketika seseorang dalam grup WhatsApp memberikan informasi bahwa mobil tersebut digadaikan oleh seorang pria berinisial EK, warga Desa Kebonwaris, Kecamatan Pandaan, kepada seseorang berinisial TLB senilai Rp60 juta.
Has segera menyampaikan informasi ini kepada pihak yang membutuhkan bantuan. Proses negosiasi terus berjalan, bahkan saat Has masih berada di Tanah Suci.
Karena pihak yang memegang kendaraan tidak bersedia dipertemukan langsung, uang tebusan akhirnya ditransfer ke rekening Has sebagai pihak yang dipercaya.
“Saya hanya ingin membantu agar mobil bisa kembali ke pemiliknya. Karena yang memegang mobil tidak mau bertemu, akhirnya uang ditransfer ke saya, dan setelah itu unit mobil dikembalikan,” tegas Has.
Ia berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara baik antara pemilik rental sebagai korban dan EK yang diduga menggadaikan kendaraan tersebut.
Terkait perkembangan kasus di kepolisian, Has mengaku belum mengetahui detail hasil pertemuan antara EK dan korban yang dikabarkan telah difasilitasi Polres Pasuruan.
Meski siap memberikan keterangan kepada penyidik, Has menyayangkan pemberitaan yang berkembang. Menurutnya, pemberitaan tersebut terkesan menggiring opini dan menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Banyak warganya yang datang dan bertanya langsung terkait kabar tersebut.
“Saya sebenarnya tidak masalah dengan pemberitaan, tapi banyak warga yang datang dan bertanya, ‘Pak, ada apa?’. Padahal saya tidak punya masalah. Hal ini tentu membuat saya kurang nyaman,” pungkasnya.($@n/mal)











