Haru dan Air Mata Warnai Perpisahan Pos PAUD Anggrek: 20 Anak Siap Melangkah ke Jenjang Lebih Tinggi

banner 500x300

PASURUAN | KABARPRESISI – Isak tangis tipis bercampur tawa manis mewarnai setiap sudut Pendopo Karangrejo, Sabtu (13/6/2026). Bukan duka, melainkan haru yang mendalam karena perpisahan.

Pos PAUD Anggrek resmi melepas 20 anak didiknya yang telah menuntaskan masa emas belajar di lembaga pendidikan usia dini tersebut. Suasana haru begitu terasa, seolah waktu berhenti sejenak untuk mengenang ribuan momen lucu dan penuh makna yang pernah tercipta.

Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB itu bagaikan panggung rasa syukur sekaligus perpisahan. Ribuan mata dari para orang tua dan guru tak kuasa menahan butiran bening saat satu per satu anak-anak melintas di panggung kecil dengan polosnya.

Turut hadir dalam acara ini Kepala Desa Karangrejo H. Asmunib beserta istri, Babinsa Karangrejo, perangkat desa, Bunda PAUD tingkat kecamatan, Kepala Puskesmas, Kepala Sekolah TK, serta seluruh wali murid Pos PAUD Anggrek, Desa Karangrejo, Kecamatan Purwosari.

Baca Juga :  Menjelang Ops Patuh Semeru 2026, Petugas Samsat Bangil Gencar Sosialisasikan Aturan Lalu Lintas

Dalam sambutannya yang menggetarkan, Kepala Desa Karangrejo tak hanya mengucapkan selamat, tetapi juga menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para guru yang telah mendidik dengan kesabaran luar biasa dan dedikasi tanpa batas.

“Tahun ini, 20 anak-anak hebat kita menerima sertifikat kelulusan. Pemerintah Desa Karangrejo tidak akan pernah lelah mendukung Pos PAUD Anggrek. Karena di sini, masa depan desa kita mulai dibangun,” ujar H. Asmunib dengan suara lantang namun bergetar.

Namun, momen paling dramatis datang saat Bunda PAUD Muliati, S.Pd., berdiri di hadapan anak-anak didiknya. Ia tak lagi mampu menyembunyikan kesedihan. Air mata jatuh lebih dulu sebelum kata-kata keluar dari mulutnya. Ia mengaku berat berpisah dengan putra-putri terbaiknya.

Setiap kelucuan, keunikan, dan kenangan kecil selama mendampingi tumbuh kembang mereka seakan terputar ulang dalam benaknya.

Baca Juga :  ‎DWP dan DPP Progib Turun ke Desa: UMKM Binaan di Kediri Resmi Berdampingan dengan Alam ‎

“Ibu tidak bisa berkata apa-apa… karena hari ini Ibu harus berpisah dengan kalian. Kalian adalah anak didik Ibu yang terbaik. Lucu, pintar, dan sangat menggemaskan. Ibu mencintai kalian semua,” ungkap Muliati dengan suara parah menahan tangis, mewakili perasaan seluruh guru yang turut meneteskan air mata.

Acara kian mengharu biru ketika para wali murid memberikan cinderamata kepada para guru. Bukan nilai barangnya, tetapi makna di balik pemberian itu yang membuat suasana seperti kamar yang penuh dengan rindu. Banyak orang tua yang ikut menangis, memeluk guru-guru yang telah menjadi bagian dari keluarga mereka selama ini.

Sebelum acara berakhir, pagelaran seni dari anak-anak dan wali murid turut memecah suasana haru dengan tawa. Aksi lucu dan menggemaskan di atas panggung membuat seluruh tamu undangan tersenyum, meski mata masih berkaca-kaca. Kenangan kebersamaan itu seolah menjadi titik berat rasa rindu yang tak akan pernah habis.

Baca Juga :  ‎Lanjutan Program Transformasi, Ketua DPW Progib Jatim Resmikan Warung Srikandi di Probolinggo

Perpisahan pun ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Pelukan, usapan kepala, dan pesan-pesan kecil terucap di sela-sela kebersamaan terakhir. Bukan akhir, melainkan awal dari langkah baru anak-anak menuju jenjang pendidikan dasar yang lebih tinggi. Selamat jalan, ananda hebat. PAUD Anggrek akan selalu merindukan tawamu.($@n)

banner 500x300
Penulis: M.HasanEditor: M.Hasan