banner 500x300

Sat Binmas Polres Pasuruan Beri Penyuluhan Kamtibmas kepada 567 Santriwati di Bangil

banner 500x300

PASURUAN | KABARPRESISI – Sebanyak 567 santriwati dari Pondok Pesantren Wachid Hasyim, Bangil, mendapatkan penyuluhan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dari Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Pasuruan, Rabu (25/2/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka Safari Ramadan ini berlangsung di aula pondok dan bertujuan untuk membentuk generasi muda yang cerdas dan bijak dalam menghadapi era digital.

Penyuluhan yang dipimpin oleh KBO Binmas Polres Pasuruan, Iptu Bambang Hariyadi, S.Sos, itu membahas berbagai isu krusial yang tengah dihadapi kalangan pelajar.

Materi yang disampaikan mencakup bahaya penyalahgunaan narkoba dan psikotropika, pencegahan tindak perundungan (bullying), hingga ancaman judi online dan pinjaman online ilegal.

Baca Juga :  Satlantas Polres Pasuruan Galakkan Safety Riding di Perusahaan, Tekan Kecelakaan Jelang Mudik 2026

Tak hanya itu, para santriwati juga diedukasi mengenai penggunaan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Iptu Bambang mendorong para siswa untuk memanfaatkan AI sebagai sarana positif untuk belajar dan menambah wawasan, bukan untuk hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Kami ingin para santri fokus belajar, menjauhi narkoba, judi online, maupun pergaulan yang bisa merusak masa depan,” ujar Iptu Bambang di hadapan para peserta.

Kegiatan yang berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus pondok, antara lain Gus Wildan, Ustadz Ahmad Mustofa, Ustadzah Naili, Kepala MTs M. Khoiron, S.Pd, dan Kepala MA Zahro, S.Pd. Dari pihak kepolisian, hadir pula Pengatur Tingkat I Teguh Warsito.

Baca Juga :  Lewat Program SATU, Satlantas Polres Pasuruan Periksa Kelaikan Ambulans Puskesmas

Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, melalui keterangannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk menjaga situasi tetap kondusif, khususnya selama bulan suci Ramadan.

“Pembinaan sejak dini sangat penting. Kami ingin generasi muda Pasuruan cerdas, berakhlak, dan tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif di dunia digital,” tegasnya.

Kapolres menambahkan bahwa sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan seperti pesantren adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para pelajar.

Baca Juga :  Dekat di Hati Warga: Cerita Polisi Satlantas Pasuruan Berbaur dalam Tradisi "Gugah-Gugah Sahur"

Pihak Pondok Pesantren Wachid Hasyim menyambut baik inisiatif ini dan berharap kerja sama serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang. Kegiatan penyuluhan pun berakhir dalam keadaan aman dan tertib.($@n)