Wisuda Santri Pondok Pesantren Nurul Iman Lapas Karawang: Akhir Masa Pidana, Awal Hijrah Menuju Masyarakat

banner 500x300

KARAWANG | KABARPRESISI – Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Pondok Pesantren Nurul Iman, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang. Sebanyak tiga orang warga binaan dari total 200 santri resmi diwisuda, menandai berakhirnya masa pidana sekaligus awal langkah hijrah mereka untuk kembali ke tengah masyarakat.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Kepala Lapas, pimpinan pondok pesantren, petugas lapas, serta para santri Nurul Iman. Momen ini menjadi bentuk apresiasi atas kesungguhan warga binaan dalam mengikuti program pembinaan kepribadian berbasis keagamaan selama menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf, menyampaikan bahwa wisuda ini merupakan penghargaan atas proses perubahan diri yang telah dijalani para warga binaan. Melalui pembinaan pesantren, mereka dibekali nilai-nilai keimanan, akhlak, serta keterampilan hidup.

Baca Juga :  ‎Air Mata Haru di Warung Kopi: Progib Jatim Sulap Keprihatinan Jadi Harapan Lewat Bantuan Modal

“Kelulusan dari pondok pesantren ini menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas mampu memberikan dampak positif. Hari ini mereka tidak hanya menyelesaikan masa pidana, tetapi juga membawa bekal ilmu agama dan semangat baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Ma’ruf.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Iman, K.H. Ceceng Syarief Husein, menjelaskan bahwa selama mengikuti program pesantren, ketiga warga binaan tersebut aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan, seperti pembelajaran Al-Qur’an, kajian keislaman, pembinaan akhlak, dan kegiatan ibadah lainnya.

Baca Juga :  Polres Pasuruan Fasilitasi Komunikasi Korban dan Penyidik Terkait Kasus Laka Lantas 2017

“Kelulusan ini menjadi momentum awal hidup baru bagi para santri. Bekal pembelajaran selama menjadi santri harus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat,” pesan K.H. Ceceng.

Momen wisuda ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah. Lapas bukan sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi juga wadah pembelajaran dan pembinaan untuk mempersiapkan warga binaan menjadi anggota masyarakat yang produktif.

Dengan berakhirnya masa pidana dan diwisudanya ketiga santri tersebut, diharapkan mereka dapat mengamalkan ilmu agama yang telah diperoleh, menjaga perilaku positif, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Baca Juga :  Pesona Carnival Dayurejo 2026 Meriahkan HUT RI ke-81, Kapolsek Prigen Turun Langsung Amankan

“Selamat menempuh perjalanan baru. Semoga langkah yang dimulai hari ini menjadi hijrah awal kehidupan yang lebih baik, penuh keberkahan, dan membawa manfaat bagi sesama,” pungkas Ma’ruf.(San)

banner 500x300
Penulis: M.HasanEditor: M.Hasan