‎Selamatan 40 Hari Meninggalnya Ibunda, Miftakhul Ulum Media Lumbung Berita Gelar Tahlil dan Yasin Bersama

banner 500x300

PASURUAN | KABARPRESISI — Suasana haru dan khusyuk menyelimuti kediaman Miftakhul Ulum, Kabiro Media Lumbung Berita, pada Minggu malam (09/08/2026). Bertempat di rumah duka Dusun Puntir, Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

‎Ia menggelar acara selamatan memperingati 40 hari wafatnya ibunda tercinta. Acara yang dilaksanakan ba’da Isya’ ini dihadiri oleh kerabat dekat, tetangga, serta sejumlah tokoh agama setempat.

‎Rangkaian doa bersama diawali dengan pembacaan Surat Yasin dan tahlil yang dipimpin langsung oleh tokoh agama setempat. Seluruh hadirin dengan khusyuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan untaian doa, yang secara khusus dipersembahkan untuk almarhumah ibu dari Miftakhul Ulum.

‎Masroji, salah satu kerabat yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan rasa kebersamaan dan dukungannya kepada keluarga yang ditinggalkan. “Kami semua di sini mendoakan semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” ujarnya dengan nada haru.

‎Sementara itu, tokoh agama yang memimpin jalannya tahlil menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh jamaah.

Baca Juga :  ‎Lapas Karawang Bukan Sekadar Penjara: Di Sinilah Irfan Hakim Menangis dan Aba Hura Menemukan Rumah

“Kita diundang ke sini tidak lain dan tidak bukan untuk membaca doa bagi ibunda Mas Ulum. Semoga pembacaan yang kita lantunkan dari awal hingga akhir diterima oleh Allah SWT, dan menjadi wasilah atau penghubung kebaikan bagi almarhumah di alam kubur,” tuturnya dalam sambutan singkatnya.

‎Acara berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan diakhiri dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan almarhumah serta keluarga yang ditinggalkan.

Baca Juga :  ‎Pembukaan Kejurkab Paskibra 2026: KORMI Apresiasi Forbasi sebagai Wadah Pembinaan Karakter Generasi Muda

Miftakhul Ulum selaku tuan rumah tampak tak kuasa menahan haru atas kehadiran dan doa dari para kerabat serta tetangga yang memadati rumah duka.

‎Selamatan 40 hari merupakan tradisi yang umum dilakukan di masyarakat Jawa sebagai bentuk penghormatan terakhir dan pengiring doa bagi arwah yang telah berpulang. Malam itu, doa dan kasih sayang menjadi pengikat kebersamaan di tengah duka yang menyelimuti.($@n)

banner 500x300
Penulis: M.HasanEditor: M.Hasan