PASURUAN | KABAR PRESISI – Gemerlap lampu menghiasi Panggung Utama Pendopo Wisata Danau Ranu Grati, Sabtu (1/8/2026) malam. Ratusan pasang mata tertuju pada derap penari yang membuka gelaran puncak peringatan Hari Jadi Sanggar Seni Satria Srikandi ke-8 dengan tarian kolosal Puspitarum.
Karya tari yang beberapa pekan lalu mencetak rekor dengan melibatkan seribu penari dalam gelaran Jalur Rempah itu menjadi pembuka yang memukau. Atmosfer seni dan budaya seolah menyatu dalam setiap gerakan yang ditampilkan para penari.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Ika Ratnawati, SE., M.S.A., yang akrab disapa Bu Ika, hadir langsung memberikan apresiasi. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendampingi dan membina seluruh sanggar seni di Kabupaten Pasuruan.
”Selamat dan sukses untuk Sanggar Satria Srikandi di hari jadi yang ke-8 ini. Kami akan melakukan pendampingan dan pembinaan secara maksimal kepada semua sanggar di Kabupaten Pasuruan, termasuk sanggar tari di Kecamatan Grati ini,” ujarnya.
Bu Ika juga menyoroti pentingnya inovasi dan kreativitas dari setiap sanggar. Tak lupa, ia menyampaikan pesan khusus kepada Forkopimcam Grati yang turut hadir sebagai tamu VIP.
”Jika ada pemugaran cagar budaya di Kecamatan Grati, mohon kami dilibatkan sebagai tim pemugaran. Termasuk Lempuk yang saat ini kami upayakan menjadi Warisan Budaya Tak Benda, karena hanya ada di Indonesia dan Jepang,” pungkasnya.
Sementara itu, Aris Aminullah, S.Pd., Pimpinan Sanggar Satria Srikandi, dalam wawancara singkat dengan awak media, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya malam puncak ini.
”Sanggar kami menjadi rumah bagi setiap pecinta seni. Bukan hanya tari, vokal dan akting juga kami kembangkan di Satria Srikandi. Malam ini merupakan puncak dari rangkaian peringatan hari jadi kami yang ke-8,” jelas Aris.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan atas dukungan penuh yang diberikan.
”Terima kasih terutama kepada Bu Ika, Kabid Kebudayaan, yang hadir dan mengapresiasi kami. Ke depan, kami berharap bisa berkolaborasi dan berkontribusi, terutama di Kecamatan Grati, untuk keberlangsungan seni dan budaya di Kabupaten Pasuruan. Melestarikan tradisi, menginspirasi negeri,” tutupnya.
Malam itu, jajaran Forkopimcam Grati tampak memenuhi ruang tamu VIP, bersama para pimpinan sanggar se-Kabupaten Pasuruan.
Salah satu momen mengharukan datang dari Devi, orang tua murid yang putrinya telah bergabung sejak awal berdirinya sanggar.
”Saya bangga putri saya belajar di sini. Bukan hanya guru atau pelatihnya yang hebat, sanggar ini juga banyak prestasinya,” ucapnya penuh haru.
Suasana makin semarak saat grup bintang tamu asal Jombang mempersembahkan tarian khas Banyuwangi. Penampilan grup vokal akustik juga berhasil membius para penonton dan penari untuk bernyanyi bersama.
Puncak kemeriahan ditutup dengan suguhan Bantengan Berot yang menjadi pamungkas dalam gelaran dies natalis kali ini.
Rangkaian kegiatan sebelumnya juga telah berlangsung meriah, mulai dari lomba tari hingga lomba mewarnai yang melibatkan puluhan peserta.($@n/Din)
Malam Puncak Dies Natalis Sanggar Satria Srikandi ke-8: Tari Kolosal dan Komitmen Lestarikan Budaya











