banner 500x300

Pimpin Langsung Operasi Sadar Keselamatan di UPPKB Sedarum, Huda Musonnif: Keselamatan Pengendara adalah Prioritas

banner 500x300

PASURUAN | KABARPRESISI Operasi Sadar Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas serta Angkutan Jalan kembali digelar di UPPKB Sedarum, Kabupaten Pasuruan, Selasa (28/4/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala UPPKB Sedarum, Huda Musonnif, M.Sos., M.Si., ini melibatkan seluruh jajaran terkait guna menciptakan keamanan dan kenyamanan berlalu lintas.

Dalam operasi tersebut, turut hadir Hadi Wiyono, S.H. selaku Kasi Daop beserta anggota UPT P3 LLAJ Probolinggo, Catur Sali Yulianto, S.E. selaku Kasatgas Terminal Untung Suropati Pasuruan, serta jajaran dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Polisi Militer Subdenpom V/3-4 Pasuruan, Polisi Lalu Lintas Polres Kota Pasuruan, dan didukung penuh oleh instansi terkait lainnya.

Baca Juga :  Semangat Martopuro Bersatu: Sambut Baik Program Satu Kecamatan Satu Pelatih Demi Kebangkitan Persekabpas

Huda Musonnif, M.Sos., M.Si. menegaskan bahwa operasi ini bertujuan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) yang aman dan nyaman. Menurutnya, upaya ini merupakan bentuk cipta kondisi bagi para pengendara angkutan agar aktivitas berkendara dapat berjalan tanpa kendala.

“Kami ingin memastikan bahwa situasi benar-benar kondusif dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan,” ujar Huda saat memberikan keterangan resmi.

Ia menyampaikan bahwa petugas di lapangan diperintahkan untuk mengedepankan cara bertindak yang edukatif, persuasif, dan humanis. Meskipun demikian, penegakan hukum berupa teguran dan tilang tetap diberikan sebagai bentuk pembinaan kepada pengguna jalan. Huda menegaskan, petugas tidak akan sekadar memberi sanksi, melainkan memberikan pemahaman yang mendalam kepada para pengendara.

Baca Juga :  ‎Jalan Rusak di Kawasan Industri PIER Bahayakan Pengendara Motor, Warga Minta Segera Diperbaiki

“Personel di lapangan akan mengedepankan sisi humanis. Kami lebih banyak memberikan edukasi agar pengendara angkutan paham bahwa aturan dibuat untuk melindungi nyawa mereka sendiri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Huda menjelaskan bahwa tindakan tilang akan diberikan secara selektif, khususnya kepada para pengguna jalan yang melakukan pelanggaran berpotensi kuat menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Sanksi berupa teguran tetap diutamakan sebagai peringatan awal bagi masyarakat sebelum petugas mengambil tindakan hukum yang lebih tegas.

Tujuan akhir dari operasi ini, kata Huda, adalah menekan jumlah pelanggaran, mengurangi angka kecelakaan lalu lintas, serta meminimalisir fatalitas korban di jalan raya. Ia berharap disiplin pengendara dalam berlalu lintas meningkat secara signifikan sehingga tercipta situasi yang kondusif.

Baca Juga :  ‎Halal Bihalal 'Sakera Bersatu' di Pasuruan: Silaturahmi Raya dan Santunan 60 Anak Yatim"

“Kami berharap angka kecelakaan dan fatalitas korban bisa ditekan serendah mungkin, karena satu nyawa sangatlah berharga,” tutup Huda. (Red)