‎Roadshow IAPVC 2026 di Taman Safari Prigen: “From Lens to Legacy”, Fotografi sebagai Pemicu Semangat Konservasi

Gambar.Pesertab ketika sesi foto bersama owner dan dan para juri.(Ist).
banner 500x300

PASURUAN | KABARPRESISI – Roadshow International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) 2026 berlangsung hangat di The Grand Taman Safari Prigen dengan tema “From Lens to Legacy”. Acara ini dihadiri fotografer, videografer, komunitas, jurnalis, dan stakeholder dari Jakarta hingga Jawa Timur, Sabtu (12/09/2026).

‎Aswin Sumampau, Board Member Taman Safari Indonesia, membuka sambutan dengan apresiasi kepada seluruh tamu, sponsor, serta komunitas fotografi dan videografi.

Ia menyampaikan duka atas wartawan yang hilang di Sumatera dan menegaskan bahwa IAPVC tidak akan terselenggara tanpa dukungan komunitas.

‎Aswin bercerita bahwa IAPVC, lomba foto terlama di Indonesia, sempat terhenti dua tahun akibat pandemi covid. Setelah diaktifkan kembali, peserta terus meningkat hingga 9.000 orang pada tahun lalu.

Ia menekankan bahwa IAPVC harus menjadi pemicu semangat konservasi, karena kondisi konservasi Indonesia semakin darurat.

Baca Juga :  ‎Tak Cuma Kirab dan UMKM Berkah, di Orwet Ada Saweran Kambing! Harianto dari Rokunci Bikin Kejutan di HUT RI ke-81

Ia memaparkan fakta bahwa hanya ada dua gajah di Indonesia, lima badak di dunia (dua di Indonesia), dan tujuh harimau di dunia (tiga di Indonesia, dua sudah punah).

Menurutnya, kekuatan foto dapat mengubah dunia, seperti foto perang Vietnam dan pekerja anak yang memicu perubahan kebijakan.

‎Memasuki tahun ke-35, Aswin menegaskan komitmen Taman Safari untuk terus membangun IAPVC yang relevan sebagai legacy bagi generasi berikutnya.

‎Jansen Manansang, owner Taman Safari Indonesia, menyoroti sulitnya mencari sponsor untuk ajang fotografi. Ia berbagi sejarah panjang Taman Safari dan peran penting wartawan foto dalam misi konservasi, termasuk kerja sama dengan Suara Pembaruan dan Kompas yang mendorong lahirnya program lingkungan hidup pemerintah.

Jansen juga menyoroti kekayaan satwa endemik seperti badak Jawa dan Sumatera, serta gajah Jawa yang hanya ada di dunia. Ia menegaskan semangat konservasi harus terus dijaga.

‎Marrysa Tunjung Sari, fotografer profesional dan juri IAPVC 2026 yang juga sebagai juri, berbagi sudut pandang sebagai editor dan pemimpin redaksi media. Ia ingin mengedukasi fotografer untuk masuk ke ranah narasi dan menginterpretasi tema “Momen dalam Hening”.

Ia berpesan agar peserta mempelajari keilmuan binatang untuk mengantisipasi gerakan dan mood satwa.

‎Salah satu peserta dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengungkapkan antusiasmenya mengikuti IAPVC untuk pertama kali.

Ia menikmati Safari Journey, terutama spot gajah dan jerapah, serta berharap satwa di Taman Safari terus dilestarikan dan berkembang biak.

‎Roadshow IAPVC 2026 di The Grand Taman Safari Prigen menjadi bukti komitmen Taman Safari Indonesia dalam mengedukasi masyarakat, menginspirasi kecintaan terhadap satwa liar, dan mempromosikan konservasi melalui seni fotografi dan videografi alam.

Dengan semangat “From Lens to Legacy”, setiap karya visual diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga cerita yang menginspirasi masyarakat untuk mengenal, menghargai, dan menjaga satwa serta alam Indonesia.($@n)

banner 500x300
Penulis: M.HasanEditor: M.Hasan