‎PROGIB Jatim Gelar Rakor, Matangkan Persiapan Rapimnas 2027 dan Strategi Politik Menuju 2029

Gambar. Saat berlangsungnya acara di Rumah makan Rainten (dok. Kabarpresisi)
banner 500x300

PASURUAN | KABARPRESISI — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pro Garda Indonesia Bersatu (PROGIB) Jawa Timur menggelar rapat koordinasi di Rumah Makan Rainten, Desa Pager, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Minggu  (06/09/2026).

‎Rakor yang berlangsung selama beberapa jam itu membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari arah organisasi ke depan hingga persiapan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2027.

‎Dalam rakor tersebut, peluang Jawa Timur menjadi tuan rumah Rapimnas PROGIB tahun depan turut menyita perhatian. Namun, Ketua DPW PROGIB Jatim, Soemardi Priono, menegaskan bahwa pihaknya tidak ambisius menuntut Kabupaten Jember sebagai lokasi tunggal jika Rapimnas digelar di Jawa Timur.

‎”Saya pribadi menyampaikan tidak harus di Jember. Saya ikut apa yang menjadi kebijakan ketua DPP dan teman-teman yang lain. Saya tidak terlalu ambisi, terserah mau ditaruh di mana pun, saya tetap mendukung,” ujar Soemardi.

‎Ia menambahkan, Kabupaten Jember tetap menjadi bagian dari jajaran pengurus dan satu komando dengan ketua DPW. Namun, Soemardi meminta agar setiap kabupaten yang menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah dikaji ulang secara matang.

‎Sukri, Ketua DPC PROGIB Jember, menyampaikan pentingnya verifikasi faktual terhadap jumlah anggota di setiap daerah. Menurutnya, hal ini menjadi indikator kekuatan organisasi di mata publik dan mitra politik.

‎”Kita perlu membuat model perhitungan. Siapa pun yang siap, mari kita hitung bersama. Mohon maaf, kita memang akan bermain politik. Siapa tahu ke depan organisasi ini bisa menjadi kendaraan menuju puncak,” ungkapnya.

‎Sukri juga menyoroti pentingnya menghitung kapasitas massa dan tingkat kehadiran dalam setiap kegiatan. “Kedatangan orang-orang yang diharapkan itu seberapa besar? Kita harus bisa mengukur dan menyampaikan undangan secara tepat,” jelasnya.

‎Lebih lanjut, Sukri mengungkapkan bahwa DPC PROGIB Jember akan menggelar acara pada 16 September mendatang. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menopangkan atau mengusulkan Raden Mas Margono, kakek Presiden Prabowo Subianto, sebagai Bapak Pencetus Perbankan atau lumbung pasca-kemerdekaan.

‎”Usulan itu telah kami sampaikan ke keluarga Bapak Prabowo. Meski usulan gelar pahlawan ditolak dan diminta operasi, tetapi usulan penopangan itu disepakati,” jelas Sukri.

‎Ia menyebut ada tiga gelombang agenda yang akan dijalankan PROGIB Jatim dan berharap seluruh pengurus dapat hadir. Pihaknya juga menyampaikan bahwa Menteri Sosial telah berjanji hadir dalam salah satu agenda tersebut.

‎Wakil Ketua 3 PROGIB Jatim, Masroni, menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan organisasi di Jawa Timur. Ia menyebut pengurus di berbagai kecamatan telah bekerja dengan sangat efektif.

‎Masroni menyoroti dua hal penting dalam rakor tersebut. Pertama, terkait Rapimnas pada tahun 2027. “Bayangkan jika kegiatan ini mampu menggantikan peran kementerian dan menghadirkan tokoh nasional. Itu luar biasa bagi kami,” tegasnya.

‎Kedua, Masroni menekankan pentingnya verifikasi faktual terkait jumlah anggota PROGIB se-Jawa Timur menjelang kontestasi politik ke depan, khususnya Pemilu 2029.

‎”Ini hal yang sangat penting sebelum kita menghadapi karakter emas. Bagaimana DPD Jawa Timur ini mampu menghasilkan kader-kader terbaik. Kami akan mengundang dari DPP dan tokoh-tokoh nasional. Maka, penting untuk segera melakukan verifikasi jumlah anggota yang ada,” jelasnya.

‎Ia mengajak seluruh pengurus membangun momentum membuktikan bahwa PROGIB Jatim mampu memberikan yang terbaik.

‎”Jangan hanya seribu, jangan hanya dua ribu, jangan hanya tiga ribu. Bagaimana nanti kita memberikan kepada DPP dan Bapak Prabowo Subianto bahwa anggota PROGIB Jatim mampu menghadirkan ribuan massa yang siap mendukung untuk 2029,” pungkas Masroni.

‎Aven, Pembina PROGIB Jawa Timur, menyoroti pentingnya melibatkan setiap pemangku kepentingan atau stakeholder dalam setiap kegiatan organisasi. Menurutnya, hal ini belum banyak dikerjakan oleh pengurus di daerah.

‎”Bagaimana melibatkan setiap stakeholder ini yang harus mulai dikerjakan oleh teman-teman. Misalnya kegiatan UMKM, bagaimana caranya teman-teman bisa menghadirkan kepala dinas. Ketika media lokal memuat itu, dampak psikologis politisnya luar biasa,” ujar Aven.

‎Ia mencontohkan beberapa kabupaten seperti Pasuruan, Kediri, Kota Kediri, dan Ngawi yang dinilainya telah menunjukkan semangat luar biasa. Aven juga mengapresiasi langkah Ketua DPW Soemardi yang telah memulai berbagai inisiatif.

‎Aven menegaskan bahwa PROGIB adalah organisasi perjuangan yang harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia mencontohkan kebijakan pemerintah yang menaikkan harga gabah dan memberikan kesejahteraan bagi petani dan peternak.

‎”Saya bisa merasakan harga gabah tertinggi dalam sejarah publik 6.500, peternak juga sama. Memberikan manfaat betul, memberikan kesejahteraan buat kita semua, ada petani itu,” tuturnya.

‎Ia mengingatkan bahwa keberadaan PROGIB harus mulai diperhitungkan di tingkat lokal secara perlahan. “Nanti pelan-pelan teman-teman akan bisa merasakan itu. Saya berbicara yang kontekstual, mulai teman-teman memperbesar kapasitas di masing-masing DPD,” pungkas Aven.

‎Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting bagi PROGIB Jatim untuk mematangkan berbagai strategi organisasi, baik untuk agenda jangka pendek maupun persiapan jangka panjang menjelang Pemilu 2029.

Baca Juga :  Kapolda Jatim Buka Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally 2026, Dorong Sportivitas dan Ekonomi Pasuruan
Baca Juga :  ‎Silaturahmi Hangat Kepala Desa Oro-Oro Ombo Wetan dengan Kiai dan Ustadz Mewarnai Tasyakuran HUT RI ke-81

Dengan dukungan penuh dari seluruh jajaran pengurus, PROGIB Jatim optimis dapat menunjukkan eksistensi dan kontribusinya di kancah politik Jawa Timur dan nasional.($@n)

banner 500x300
Penulis: M.HasanEditor: M.Hasan