‎Tak Cuma Kirab dan UMKM Berkah, di Orwet Ada Saweran Kambing! Harianto dari Rokunci Bikin Kejutan di HUT RI ke-81

banner 500x300

PASURUAN | KABARPRESISI — Suksesnya gelaran Karnaval dan Kirab Budaya di Desa Oro Oro Ombo Wetan (Orwet), Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, ternyata menyimpan satu cerita menarik yang tak kalah menggugah.

Bukan hanya tentang semaraknya pawai, riuhnya sorak warga, atau derasnya rezeki UMKM yang sempat kami suguhkan sebelumnya. Ada satu nama dan sederet aksi spontan yang mengubah suasana kirab menjadi lebih hangat, bahkan mengundang decak kagum dan tawa bahagia dari ribuan pasang mata yang menyaksikan.

‎Acara yang digelar pada Sabtu sore hingga menjelang malam itu berjalan lancar dan meriah. Namun, siapa sangka, di balik gemerlap kostum dan alunan seni tradisional, ada partisipasi istimewa yang mencuri perhatian.

Sosok Harianto, warga Dusun Rokunci, RT 03 RW 14, menjadi bintang dadakan di tengah hiruk-pikuk karnaval. Ia adalah penyewa tunggal sound horeg ternama, “Mana Audio”, jajaran pengeras suara berdaya besar yang menggelegar yang dengan penuh semangat turut memeriahkan acara yang digagas oleh Pemerintah Desa Orwet.

‎Sound horeg memang telah menjadi ikon dalam setiap pawai di Jawa Timur saat ini. Kehadirannya bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga simbol kemeriahan yang tak terpisahkan. Dan Harianto sadar betul akan hal itu.

‎Namun, yang benar-benar membuat suasana naik ke puncak keharuan dan kegembiraan adalah aksi spontannya di tengah jalan. Di sela-sela iring-iringan peserta kirab, Harianto dengan geraham mengulum senyum, tiba-tiba menyawerkan satu ekor kambing (wedus) hidup kepada salah satu peserta yang berada di barisan karnaval.

Tak berhenti di situ, kejutan serupa datang dari Asep, warga Desa Tampung, Kecamatan Rembang, yang juga menyumbangkan satu ekor kambing lagi untuk peserta lain.

‎Peserta pertama yang beruntung menerima kambing adalah Desi Aulia, atau yang akrab disapa Aul. Sementara peserta kedua adalah Salsabila. Ya, kambing! Bukan uang receh atau sembako, tapi hewan ternak yang langsung diserahkan di hadapan publik, di tengah gegap gempita karnaval.

‎Serasa panggung karnaval berubah jadi ajang berbagi yang tak terduga. Mata Aul dan Salsabila membulat kaget, lalu berubah menjadi raut haru tak terkira. Sorak-sorai penonton pun menggema, seolah ikut merasakan kebahagiaan yang memancar dari momen langka tersebut.

‎Tradisi sawer atau memberi hadiah di acara hajatan atau kirab sebenarnya bukan hal asing bagi masyarakat Jawa. Namun, menyawer kambing utuh di tengah karnaval tingkat desa jelas bukan pemandangan sehari-hari. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kedermawanan masih hidup, bahkan dalam balutan pesta rakyat.

‎Harianto saat ditemui usai acara, dengan nada santai namun penuh makna, mengatakan,

‎”Saya hanya ingin ikut berbagi kebahagiaan di hari kemerdekaan ini. Kirab ini milik kita semua, dan saya melihat Aul tampil dengan penuh semangat. Jadi, kenapa tidak memberi kejutan? Biar makin meriah dan orang-orang ingat bahwa kemerdekaan itu ya berbagi,” ujarnya, Minggu (06/09/2026).

‎Sementara itu, Desi Aulia, penerima kambing pertama yang beruntung, saat dimintai tanggapannya, masih tampak tak menyangka. Dengan suara terbata-bata karena haru, ia mengungkapkan,

‎”Saya tidak menyangka sama sekali, Pak. Ini di luar dugaan. Kambing ini bukan sekadar hadiah, tapi ini adalah bentuk perhatian yang luar biasa. Saya dan keluarga pasti sangat bersyukur. Terima kasih Pak Harianto dan juga Pemdes Orwet yang sudah membuat acara ini begitu berkesan. Semoga berkah,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

‎Tak kalah haru, Salsabila, penerima kambing kedua dari Asep, juga menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya. Dengan senyum mengembang dan suara bergetar, ia mengatakan,

‎”Saya benar-benar kaget, tidak pernah membayangkan akan mendapatkan hadiah seekor kambing di acara karnaval seperti ini. Ini momen yang tidak akan pernah saya lupakan.

Terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Asep yang sudah berbaik hati, dan kepada Pemerintah Desa Orwet yang telah menghadirkan acara yang penuh kejutan dan kebahagiaan ini. Semoga kebaikan Pak Asep dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT,” tuturnya dengan penuh haru.

‎Dua kambing, dua penerima, dan satu kebahagiaan yang berlipat ganda. Jawaban haru dari Aul dan Salsabila ini sekaligus menjadi penutup manis dari rangkaian perayaan HUT RI ke-81 di Orwet.

Dari kirab yang semarak, UMKM yang meraup untung, hingga kejutan saweran kambing yang bertubi-tubi, semuanya merangkai satu pesan: kemerdekaan dirayakan bukan dengan gegap gempita semata, tapi dengan hati yang lapang dan tangan yang gemar memberi.

‎Dengan demikian, gelaran Karnaval dan Kirab Budaya Desa Oro Oro Ombo Wetan bukan hanya sekadar seremonial tahunan. Ia telah menjadi panggung bagi kebersamaan, kejutan, dan keteladanan. Selamat kepada seluruh warga Orwet dan sekitarnya. Semangat kemerdekaan, sekali lagi, terasa begitu nyata di bumi Rembang. (San)

banner 500x300
Baca Juga :  Inspeksi Mendadak di Dapur Lapas Pasuruan, Kakanwil Jatim Pastikan Hak Gizi Warga Binaan Terpenuhi
Penulis: M.HasanEditor: M.Hasan