PASURUAN | KABARPRESISI – Sebuah terobosan nyata dalam upaya menggerakkan roda ekonomi masyarakat pedesaan datang dari Desa Pejangkungan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.
Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Haji Gufor, angka pengangguran di desa tersebut berhasil ditekan secara signifikan pada tahun 2026.
Keberhasilan ini bukan datang secara instan. Haji Gufor menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah perusahaan di sekitar wilayah Pasuruan.
Alih-alih meminta bantuan dana tunai atau sembako, ia secara tegas mengajukan satu permintaan utama: lapangan kerja untuk warganya.
”Setiap ada lowongan dari perusahaan, saya sampaikan agar nama Pejangkungan diprioritaskan. Saya titipkan warga saya untuk bisa bekerja dengan baik,” ujar Haji Gufor kepada awak media, Rabu (12/08/2026) malam.
Yang menarik, program ini sepenuhnya gratis bagi warga Desa Pejangkungan. Tidak ada pungutan biaya apa pun, mulai dari proses pendaftaran hingga penempatan kerja.
Langkah ini menjadi angin segar di tengah maraknya praktik calo tenaga kerja yang kerap membebani masyarakat.
Ketika ditanya perihal program CSR (Corporate Social Responsibility), Haji Gufor menjelaskan dengan gamblang bahwa bentuk CSR yang ia minta bukanlah uang, melainkan kesempatan bekerja.
”Saya hanya minta lowongan pekerjaan. Itu sudah cukup. Dengan begitu, warga tidak kebingungan lagi mencari nafkah. Alhamdulillah, di tahun 2026 ini pengangguran di desa kami mulai berkurang,” tegasnya.
Namun, ia juga meluruskan isu yang berkembang. Terkait dengan hubungannya dengan pabrik, Haji Gufor mengklarifikasi bahwa dirinya tidak mendapat barang gratis dari perusahaan.
“Saya itu kulakan atau membeli dari pabrik. Bukan gratis,” jelasnya.
Keberhasilan ini pun menjadi contoh bahwa kepemimpinan yang berpihak pada rakyat tidak selalu harus diukur dari besaran anggaran, tetapi dari keberanian memilih solusi yang tepat sasaran.
Lapangan kerja, bukan santunan itulah jalan keluar yang dipilih Desa Pejangkungan untuk bangkit bersama.(Huri).











