19 Hewan Disembelih di Ponpes Al Falah Gragal Beji, Santri Rembang Bersatu dalam Spirit Idul Adha

banner 500x300

PASURUAN | KABARPRESISI – Langit Dusun Gragal, Desa Gajahbendo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, bergetar oleh lantunan takbir yang membahana.

Di tengah pancaran semangat pengorbanan yang meneladani Nabi Ibrahim dan Ismail, Pondok Pesantren Al Falah Sya’roniyah Siddiqiyah menggelar puncak perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, Kamis (28/5/2026), dalam sebuah spektakel kemanusiaan yang menggugah jiwa.

Gemuruh langkah kaki serempak. Kilau pisau tajam menyambar di bawah terik matahari Pasuruan. Bukan sekadar ritual, di halaman pondok itulah drama sakral penyembelihan hewan kurban berlangsung dengan heroik.

Sebanyak 19 ekor hewan kurban, terdiri dari lima ekor sapi perkasa dan 14 ekor kambing satu per satu melewati prosesi penyembelihan yang berlangsung lancar, cepat, dan penuh kekhusyukan, tanpa secuil pun kendala berarti.

Baca Juga :  ‎Kanit Binmas Polsek Purwosari Berqurban Satu Sapi, Ketum P3MB: "Ini Teladan Toleransi dan Kepedulian Sosial" ‎

Di balik kelancaran yang nyaris sempurna itu, ada sosok kunci. PK Man, seorang tokoh masyarakat dari warga Rekepo, dengan tangan terampilnya yang dingin dan penuh keyakinan, menjelma sebagai “eksekutor” utama.

“Alhamdulillah, tidak ada hambatan. Semua berjalan sesuai rencana, sebagai wujud syukur kami atas perintah-Nya,” ujarnya lirih namun penuh wibawa, usai menggoreskan pisau terakhir.

Namun, yang membuat hari itu begitu bersejarah adalah kehadiran barisan tak terduga. Puluhan kilometer mereka tempuh. Sebanyak 20 santri asal Rembang, dipimpin langsung oleh Pak Saifulhadi salah satu santri aktif di pondok tersebut hadir membanjiri lokasi.

Wajah-wajah bersemangat dari tanah Jawa Tengah itu berbaur dengan santri lokal dari Rekepo dan sejumlah pihak lainnya. Mereka bukan hanya penonton, tapi menjadi bagian dari gelombang kepedulian yang mengalir deras.

Baca Juga :  ‎DPW PROGIB Jatim Tinjau Pulau Gili Ketapang, Perkuat Struktur Organisasi dan Gali Potensi Kelautan ‎

Bukan hanya para santri. Warga setempat Dusun Gragal pun turun ke arena. Bukan sekadar membantu, mereka bahu-membahu menguliti, memotong, hingga membungkus daging kurban. Inilah potret gotong royong yang lahir dari naluri kemanusiaan murni.

Pondok Pesantren Al Falah Sya’roniyah Siddiqiyah sendiri bukanlah pesantren biasa. Dikenal sebagai benteng pendidikan karakter, pesantren putra ini kini berada di tangan generasi penerus perjuangan.

Dua putra dari Kiai besar Gus Jazuli yakni Gus Bahrul dan Gus Saifullah dengan tegas mengemban estafet kepemimpinan, memastikan bahwa nilai-nilai kurban tidak hanya jatuh di tanah, tetapi meresap ke dalam hati setiap insan yang hadir.

Baca Juga :  Wujud Kepedulian Lingkungan, PT Tirta Fresindo Jaya Pasuruan Plant 2 Salurkan Hewan Kurban saat Idul Adha

Hari itu, darah kurban bukan sekadar mengotori tanah. Ia menjadi saksi bahwa semangat berbagi dan berkorban masih menyala terang di bumi Pasuruan.(Huri)

banner 500x300