PASURUAN | KABARPRESISI — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangil terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan, khususnya bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) perempuan. Pada Jumat (16/10), bertempat di Aula Utama Rutan Bangil, digelar kegiatan sosialisasi kesehatan yang menyasar aspek mental dan fisik secara bersamaan.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang bertindak sebagai pemateri. Fokus utama sosialisasi kali ini adalah edukasi preventif, guna membekali warga binaan dengan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan diri selama menjalani masa pembinaan.
Dalam sesi pertama, para peserta diajak untuk mendalami materi mengenai manajemen stres. Pemateri menguraikan cara-cara mengenali gejala stres, serta strategi pengelolaan emosi yang sehat dalam kehidupan sehari-hari. Materi ini dinilai krusial untuk membantu warga binaan perempuan menghadapi tekanan psikologis dan menjaga stabilitas emosional di lingkungan rutan.
Tidak hanya berhenti pada kesehatan mental, kegiatan ini juga menyentuh aspek kesehatan fisik. Edukasi mengenai deteksi dini dan pencegahan kanker payudara menjadi topik penting yang disampaikan. Warga binaan diberikan pemahaman tentang pentingnya mengenali perubahan pada tubuh, menjaga pola hidup sehat, serta segera melakukan pemeriksaan medis apabila ditemukan gejala yang mencurigakan.
Pelaksanaan kegiatan ini turut didampingi oleh petugas klinik Rutan Bangil dan dihadiri langsung oleh Kepala Subseksi Pengelolaan, Julianti. Kehadiran petugas medis dan struktural ini menegaskan dukungan penuh terhadap penyampaian informasi kesehatan, sekaligus mendorong warga binaan agar lebih peduli terhadap kondisi fisik dan mental mereka.
Julianti, dalam kesempatannya, menekankan bahwa edukasi kesehatan merupakan pilar penting dalam mendukung kesejahteraan warga binaan. Ia berharap ilmu yang diberikan dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap materi ini dapat dipahami dan diterapkan, sehingga warga binaan perempuan semakin mampu mengenali stres, mengelola emosi, serta meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan diri, termasuk pentingnya deteksi dini kanker payudara,” ujar Julianti.
Melalui kegiatan ini, Rutan Bangil berharap dapat menciptakan lingkungan pembinaan yang tidak hanya fokus pada aspek hukum, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan holistik warga binaannya, baik secara mental maupun fisik.($@n)











