PASURUAN | KABARPRESISI – Warga Dusun Pasinan, Desa Rembang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, digemparkan oleh kondisi pondasi bangunan di lingkungan mereka yang semakin mengkhawatirkan.
Pondasi tersebut tergerus arus deras air yang menyebabkan struktur tanah terkikis dan dikhawatirkan akan segera ambruk.
Kondisi ini semakin parah setiap kali hujan deras mengguyur. Banjir kerap mengikis tanah penyangga pondasi, sehingga membuatnya tergerus tipis dan nyaris tidak mampu menahan beban bangunan di atasnya.
Yang memprihatinkan, masalah ini sudah berlangsung lebih dari enam tahun. Hingga kini, belum ada perbaikan berarti dari dinas terkait. Padahal, Kepala Desa Rembang, Yani, mengaku telah berkali-kali mengajukan usulan perbaikan melalui proposal ke berbagai instansi. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan maupun tindak lanjut dari pihak berwenang.
Warga setempat pun mulai gelisah dan berharap ada langkah cepat untuk mencegah jatuhnya korban jiwa. Mereka memohon kepada Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, serta Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, agar segera turun tangan melakukan perbaikan.
Apalagi lokasi pondasi yang terkikis berada tepat di samping Masjid Al-Abidin, tempat ibadah utama warga Dusun Pasinan. Jika pondasi ambruk, bukan hanya bangunan masjid yang terancam, tetapi juga keselamatan jamaah dan warga sekitar.
Kepala Desa Rembang, Yani, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, menyampaikan, “Saya sudah mengajukan berkali-kali kepada pihak terkait, tetapi belum ada tanggapan.”
Sementara itu, Sol, selaku takmir Masjid Al-Abidin, juga menyampaikan keprihatinannya. “Kami memohon kepada dinas terkait, bapak bupati, dan ibu gubernur untuk segera melakukan perbaikan. Kami sangat takut jika sampai memakan korban jiwa,” ujarnya dengan nada khawatir, Kamis (14/05/2026)
Warga berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah dan provinsi. Mereka tidak ingin peristiwa tragis terjadi sebelum perbaikan dilakukan.(Huri)
Enam Tahun Diterjang Banjir, Pondasi Dusun Pasinan Rembang Nyaris Ambruk, Warga Desak Perbaikan











