PASURUAN | KABARPRESISI – Rasa penantian panjang ribuan jamaah dan kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Karangrejo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, akhirnya terjawab sudah.
Kiai Nusantara, KH. Ahmad Muwafiq, yang dinanti sejak pembukaan acara Peringatan Harlah GP Ansor ke-92, tiba di lokasi acara tepat pada pukul 23.30 WIB, Sabtu (9/5/2026) malam.
Kedatangan pria yang akrab disapa Gus Muwafiq tersebut disambut meriah oleh ribuan pasang mata yang ba’da magrib bertahan di Alun Alun Desa Karangrejo. Suara takbir dan shalawat menggema saat iring-iringan kendaraan beliau memasuki area panggung utama.
Para panitia yang sebelumnya cemas atas molornya jadwal karena beliau masih menyelesaikan undangan di Karangploso, Malang, langsung berhamburan menyambut.
Sambutan histeris paling keras terdengar dari barisan Ansor dan Banser yang sudah berjajar rapi di sisi kanan dan kiri.
”Saya tadi sudah hampir putus asa, takut beliau batal hadir. Tapi begitu terdengar suara sirine dan mobil masuk desa, semua teriak ‘Allahu Akbar’. Rasanya lelah sejak siang tadi hilang seketika,” ujar satu jama’ah, dengan mata berbinar.
Kedatangan Gus Muwafiq pukul 23.30 nyaris tanpa jeda. Beliau langsung naik ke atas panggung utama tanpa sempat beristirahat, menyalami jajaran Forkopimda dan pengurus GP Ansor yang sudah lebih dulu hadir. Seragam khasnya kemeja putih lengan panjang dan peci hitam tampak masih rapi meski perjalanan ditempuh dari Malang.
Jamaah perempuan yang memadati sisi selatan panggung tak kalah antusias. Ibu Kholifah (45) warga Karangrejo yang datang sejak pukul 19.00 mengaku haru saat melihat sosok Gus Muwafiq berdiri di atas panggung.
”Ini berkah buat desa kami. Saya lihat sendiri Gus Muwafiq yang kata orang-orang ilmunya dalam banget. Anak-anak saya yang tadinya ngantuk tiba-tiba semangat lagi. Saya yakin malam ini desa kami diberkahi,” tuturnya dengan suara bergetar.
Begitu Gus Muwafiq memegang mikrofon, suasana yang sempat riuh menjadi hening. Ribuan pasang mata tertuju ke panggung.
Hingga berita ini ditulis pada pukul 00.00 dini hari, Gus Muwafiq masih menyampaikan tausiah kebangsaan di hadapan jamaah yang semakin larut justru semakin larut dalam suasana spiritual yang kental.
Rangkaian pagelaran seni dan hiburan yang semula menjadi pengisi waktu saat penantian, kini berganti menjadi pengiring syukur atas hadirnya sang Kiai Nusantara di tengah-tengah mereka.($@n).
Dinanti, Gus Muwafiq Akhirnya Hadir di Tengah Jamaah Harlah Ansor ke-92 di Karangrejo











