PASURUAN | KABARPRESISI – Pagi masih merangkak naik di halaman Kantor Samsat Bangil. Antrean warga mulai berjejal, beberapa masih terlihat bingung dengan berkas di tangan. Namun, di tengah hiruk-pikuk itu, satu sosok telah bersiap sejak dini. Bukan hanya membuka loket, tapi memulai misi yang lebih penting: mengedukasi.
Pagi itu, Aiptu Harid Kurniawan, personil Satlantas Polres Pasuruan yang bertugas di bagian pemeriksaan fisik kendaraan, tak sekadar memegang alat uji. Setiap wajib pajak yang datang disapanya dengan senyum, lalu sebelum proses administrasi bergulir ia berikan edukasi kilat yang mengubah cara pandang mereka.
“Kami ingin masyarakat paham betul. Pajak yang dibayar bukan untuk kami, tapi kembali ke mereka dalam bentuk jalan, jembatan, dan fasilitas umum,” ujar Aiptu Harid dengan nada penuh keyakinan, di sela kesibukannya, Jum’at (22/05/2026)
Dengan gerak cepat dan ramah, ia memastikan proses cek fisik berjalan transparan. Namun yang paling mencolok, ia selalu menyelipkan pesan-pesan penting: tata cara bayar pajak tahunan, syarat perpanjangan lima tahunan, hingga risiko menunggak. Bahkan, ia juga aktif mempromosikan layanan digital agar masyarakat tak perlu mengantre panjang.
Pendekatan humanis ini sontak membuat wajah-wajah cemas di loket berubah lega.
”Petugasnya ramah sekali, semuanya dijelaskan rinci sampai paham. Tidak ada belibet,” tutur salah satu wajib pajak warga Dusun Wonoanyar, Kecamatan Wonorejo, usai mengurus perpanjangan STNK sepeda motor miliknya. Ia mengaku terbantu karena pelayanan cepat, jelas, dan tak membingungkan.
Dedikasi Aiptu Harid bukan tanpa apresiasi. AKP Derie Fradesca, Kasat Lantas Polres Pasuruan, secara khusus melontarkan pujian. Menurutnya, semangat seperti inilah yang menaikkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
”Aiptu Harid adalah bukti nyata. Pelayanan prima tidak hanya soal cepat, tapi soal hati dan edukasi. Kami akan pertahankan ini,” tegas AKP Derie.
Samsat Bangil kini perlahan berubah. Bukan sekadar tempat membayar denda atau mengganti pelat nomor. Melalui celah kaca loket dan sela-sela pemeriksaan fisik, Aiptu Harid dan jajaran terus membangun kesadaran: bahwa patuh pajak adalah denyut nadi pembangunan Pasuruan.
Dengan langkah dramatis di setiap pagi, mereka berharap angka kepatuhan pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Pasuruan terus melonjak. Tahun ini, dan tahun-tahun berikutnya.($@n)
Personil Samsat Bangil Selalu Berikan Edukasi Sebelum Pelayanan Dimulai pada Wajib Pajak











