PASURUAN | KABARPRESISI – Menjawab keluhan masyarakat atas lonjakan harga minyak goreng subsidi yang tembus Rp19.000 per liter, Satgas Pangan Polres Pasuruan bergerak cepat.
Di balik operasi pasar tersebut, sosok Kanit II Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Eko Hadi Saputro, tampil sebagai pengendali utama distribusi 9,6 ton Minyakita.
Ipda Eko Hadi Saputro memimpin langsung pendistribusian sebanyak 9.600 liter atau setara 9,6 ton Minyakita dalam operasi pasar yang digelar Kamis (16/4).
“Total ada 800 karton, masing-masing berisi 12 botol ukuran 1 liter. Kami arahkan distribusi ini ke tujuh retail Bulog,” ujar Ipda Eko tegas.
Di bawah komando Ipda Eko, distribusi difokuskan di dua titik strategis, yakni Pasar Bangil yang mendapat jatah untuk enam retail dan Pasar Pandaan untuk satu retail. Langkah ini diambil menyusul kekosongan stok di sejumlah pasar sejak sebelum Lebaran.
Tak hanya menggelontorkan stok, Kanit II tersebut juga memerintahkan pengawasan ketat di lapangan. Para pedagang diingatkan untuk tidak menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) serta waspada terhadap praktik penimbunan.
Sementara itu, Kapolres Pasuruan, Harto Agung Cahyono, mengapresiasi gercepatan jajarannya. “Kami pastikan stok Minyakita aman. Jika ditemukan penjualan di atas HET, akan kami tindak tegas,” ujarnya.
Para pedagang pun merasakan dampaknya. Sinta, salah satu pedagang pasar, mengaku lega. “Dulu sempat naik karena stok habis sejak sebelum Lebaran. Sekarang sudah ada kiriman lagi, jadi lebih normal,” katanya.
Ipda Eko Hadi Saputro memastikan operasi serupa akan terus dilakukan secara bertahap ke pasar lain seperti Sukorejo dan Gempol, demi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan Minyakita di seluruh Kabupaten Pasuruan.($@n)











