banner 500x300

‎Di Tengah Gelombang Aspirasi Rakyat, Kapolsek Prigen AKP Mulyono Turun Langsung Kawal Kondusifitas Aksi

Gambar. Kapolsek Prigen saat turun langsung kawal orasi di Prigen.(Ist)
banner 500x300

PASURUAN | KABARPRESISI – Ribuan massa yang memadati lokasi aksi penolakan alih fungsi Hutan Tretes, Minggu (29/3/2026), tidak hanya diwarnai oleh semangat orasi dan deklarasi sikap. Di sela-sela dinamika yang berlangsung, sosok Kapolsek Prigen, AKP Mulyono, tampak hadir di tengah-tengah massa.



Kehadirannya bukan sebagai penjaga yang kaku, melainkan sebagai pengayom yang memastikan bahwa gelombang aspirasi rakyat ini tetap berjalan dalam koridor keamanan dan ketertiban.

‎Dengan pakaian dinas lengkap, AKP Mulyono bergerak di antara ribuan warga yang memadati lokasi aksi. Sesekali ia terlihat berkomunikasi dengan koordinator lapangan, memantau jalannya orasi, serta memastikan tidak ada gesekan yang dapat mengganggu esensi dari aksi damai tersebut.

‎Dalam keterangannya di sela-sela pemantauan, AKP Mulyono menegaskan bahwa kehadiran pihak kepolisian adalah bentuk pelayanan dan pengamanan terhadap hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.

‎”Kami hadir untuk memastikan bahwa aksi ini berjalan dengan aman, tertib, dan damai. Masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, dan tugas kami adalah mengayomi serta memastikan tidak ada hal-hal yang dapat merugikan kepentingan umum,” ujar AKP Mulyono dengan nada tegas namun ramah.

‎Ia mengapresiasi sikap massa yang menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Menurutnya, antusiasme masyarakat yang tinggi dalam menjaga kelestarian lingkungan harus diimbangi dengan pengelolaan emosi yang baik.

‎”Saya lihat teman-teman masyarakat sangat tertib. Orasi berjalan dengan baik, tidak ada provokasi yang mengarah pada tindakan anarkis. Ini yang harus kita jaga bersama. Kami dari Polsek Prigen akan terus hadir untuk memberikan rasa aman,” tambahnya.

‎Aksi yang berlangsung sejak pagi itu melibatkan berbagai elemen, mulai dari warga, tokoh masyarakat, hingga perwakilan legislatif. Dalam momen tersebut, AKP Mulyono terlihat beberapa kali berdiskusi dengan perwakilan massa dan Ketua Pansus DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Sugiyanto, S.T., yang juga hadir di lokasi.

‎Komunikasi yang intensif antara aparat keamanan, masyarakat, dan wakil rakyat ini menjadi bukti bahwa penolakan terhadap alih fungsi hutan Tretes bergerak dalam kerangka hukum dan ketertiban yang terjaga.

‎”Kami tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendengar. Apa yang menjadi keluhan masyarakat, apa yang menjadi poin-poin perjuangan mereka, kami catat. Ini penting untuk memastikan bahwa situasi tetap kondusif pasca-aksi nantinya,” ungkap AKP Mulyono.

‎Di tengah-tengah aksi, Kapolsek Prigen juga menyempatkan diri menyampaikan imbauan secara langsung kepada massa. Ia meminta agar perjuangan yang dilakukan dengan semangat tinggi ini tidak ternodai oleh tindakan-tindakan yang merusak fasilitas umum atau memicu konflik horizontal.

‎”Sampaikan aspirasi dengan lantang, tapi jaga hati dan jaga persatuan. Ini perjuangan kita bersama. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Prigen adalah masyarakat yang dewasa, berbudaya, dan cinta lingkungan. Kami akan terus mengawal sampai titik akhir,” pesannya disambut tepuk tangan dari warga yang berada di sekitarnya.

‎Hingga aksi berakhir pada siang hari, situasi di lokasi tetap terkendali. Tidak ada insiden berarti yang mencoreng esensi dari gerakan masyarakat yang menginginkan Hutan Tretes tetap menjadi “Benteng Terakhir Resapan Air” bagi warga Pasuruan.

‎AKP Mulyono bersama jajaran personel yang diterjunkan tetap bertahan hingga massa benar-benar membubarkan diri dengan aman. Kehadirannya menjadi salah satu elemen penting yang memastikan bahwa meskipun api perlawanan menyala, nyala itu tetap berada dalam kendali, terarah, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadaban demokrasi.

‎Dengan sinergi antara masyarakat, legislatif, dan aparat keamanan yang terjaga, perjuangan menyelamatkan Hutan Tretes memasuki babak baru—sebuah gerakan kolektif yang tidak hanya lantang di jalan, tetapi juga tertata secara kelembagaan dan terjamin keamanannya.($@n)

Baca Juga :  Gerakan Pangan Murah Polri, Polres Pasuruan Berhasil Salurkan 45 Ton Beras untuk Masyarakat
Penulis: M.HasanEditor: M.Hasan