‎Pasar Kepulungan Gempol Dilalap Api, Kerugian Pedagang Tembus Rp2 Miliar

Gambar. Tampak dari atas pasar kepulungan habis terbakar.(Ist).
banner 500x300

‎PASURUAN | KABARPRESISI — Siang itu, langit di atas Dusun Arcopodo mendadak kelam oleh asap tebal. Amukan si jago merah melahap Pasar Desa Kepulungan di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (26/9/2026).
‎
‎Dalam sekejap, sekitar 300 kios yang menjadi sumber penghidupan ratusan pedagang berubah menjadi puing hangus. Dua warga tumbang terluka, sementara kerugian ditaksir menembus Rp2 miliar.
‎
‎Api pertama kali membara sekitar pukul 12.30 WIB. Bangunan pasar yang didominasi material kayu membuat si jago merah berlari cepat tanpa ampun, melompat dari satu kios ke kios lain. Dalam hitungan menit, sebagian besar area pasar telah dikuasai api.
‎
‎Kepanikan pun pecah. Warga berlarian menyelamatkan diri dan barang dagangan. Pengelola pasar, Supaat (62), mengaku mendapatkan kabar kebakaran pertama kali dari warga. Begitu tiba di lokasi, ia disambut pemandangan yang membuatnya terpaku.
‎
‎”Begitu mendapat laporan dari warga, saya langsung menuju lokasi. Saat sampai, api sudah besar,” ujar Supaat dengan raut muram.
‎
‎Petugas tak tinggal diam. Lima mobil pemadam dikerahkan ke lokasi  tiga armada dari Pemkab Pasuruan, satu dari Pemkot Pasuruan, dan satu dari PT Gudang Garam.

Baca Juga :  ‎Lapor Darurat Tanpa Ribet, Polres Pasuruan Kota Hadirkan Aplikasi Gratis URC Jogo Paskot

Tak hanya itu, sekitar 20 truk tangki air bersih dikerahkan untuk memasok air ke titik-titik pemadaman. Sekitar 100 warga dan relawan ikut turun ke medan, bahu-membahu membatasi penyebaran api dan memastikan proses pemadaman berjalan lancar.
‎
‎Petugas harus berjibaku selama sekitar tiga jam sebelum akhirnya api berhasil dipadamkan pada pukul 16.15 WIB. Meski demikian, pembasahan tetap dilakukan hingga pukul 17.30 WIB untuk mencegah munculnya kembali bara di antara puing-puing kios yang masih mengepul.
‎
‎Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, dua warga mengalami luka saat berada di area pasar. Nasarudin (30) menderita luka pada kaki kanan setelah terbentur bangunan. Sementara itu, Ikmalul Abrori (18) mengalami luka bakar setelah terpeleset saat berusaha menyelamatkan barang.
‎
‎Keduanya telah memperoleh pengobatan rawat jalan. Setelah mendapat penanganan, kedua korban diperbolehkan kembali ke rumah.
‎
‎Kebakaran menyebabkan sekitar 300 kios dan seluruh barang dagangan di dalamnya terbakar. Kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp2 miliar. Angka tersebut masih dapat berubah karena pendataan terhadap pedagang dan aset yang hilang belum rampung.
‎
‎Dugaan awal menyebut api kemungkinan berasal dari korsleting listrik. Meski demikian, penyebab pasti belum dapat disimpulkan sebelum pemeriksaan lebih lanjut dilakukan oleh pihak berwenang.
‎
‎Pemerintah desa dan pihak terkait diharapkan segera mendata pedagang yang terdampak. Pendataan diperlukan untuk menentukan kebutuhan bantuan, pemulihan aktivitas perdagangan, serta rencana penanganan pasar setelah kebakaran.
‎
‎Kebakaran Pasar Kepulungan menunjukkan besarnya risiko pada bangunan pasar yang didominasi material mudah terbakar. Percepatan pemeriksaan penyebab, pendataan kerugian, dan pemulihan pedagang menjadi langkah penting setelah lokasi dinyatakan aman.($@n/dik).
‎

banner 500x300