PASURUAN | KABARPRESISI – Tujuh tahun bukan sekadar angka. Ia adalah jejak panjang yang terukir dari keringat, ketekunan, dan kesetiaan pada satu tujuan: menyajikan informasi yang berpihak pada kebenaran.
Dan pada Minggu (4/10/2026), di Kabupaten Pasuruan, Media Lumbung Berita genap menapaki usia ketujuh, sebuah momentum yang dirayakan bukan dengan kemewahan, melainkan dengan syukur, refleksi, dan kepedulian.
Panggung yang telah lama dipersiapkan itu akhirnya menyala. Halaman Balai Desa Karangrejo, Kecamatan Purwosari, yang hanya berjarak beberapa meter dari kantor redaksi Lumbung Berita menjadi saksi bisu atas perjalanan tujuh tahun yang penuh liku. Sejak Jumat lalu, pentas dan terop telah berdiri kokoh. Kini, saatnya panen syukur.
Acara yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu dihadiri jajaran redaksi, manajemen, wartawan, serta sejumlah tamu undangan dari unsur Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pengusaha, Ormas PP, lembaga, dan insan media.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Lumbung Berita, sebuah pembuka yang menggugah, seolah menegaskan bahwa media ini bukan sekadar perusahaan, melainkan bagian dari perjuangan bangsa.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, pemotongan tumpeng, santunan anak yatim, serta pembagian 100 paket sembako. Bukan sekadar seremoni, rangkaian itu menjadi bukti nyata bahwa di usia yang ketujuh, Lumbung Berita tak hanya hadir sebagai penyampai berita tetapi juga sebagai sahabat masyarakat.
Pimpinan Redaksi Lumbung Berita, Masroni, berdiri tegas di hadapan para tamu. Dengan nada mantap, ia menyatakan bahwa tujuh tahun merupakan perjalanan panjang yang diwarnai berbagai tantangan. Dinamika dunia media, katanya, menuntut konsistensi, profesionalisme, dan kemampuan beradaptasi tanpa pernah meninggalkan prinsip jurnalistik.
”Kami ingin Lumbung Berita tetap menjadi media yang independen, berimbang, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujar Masroni, pria yang dikenal tegas itu.
Ia pun menegaskan, kepercayaan pembaca merupakan modal utama yang harus dijaga. Pemberitaan, lanjutnya, harus tetap mengedepankan fakta, keberimbangan, dan kepentingan publik.
Sebuah komitmen yang sejalan dengan doa Jamal Akbar, Direktur Media Narasisatu.com, yang sebelumnya menyebut tujuh tahun sebagai bukti ketekunan yang terus menginspirasi. Juga sejalan dengan harapan Soemardi Priono, Ketua DPW Progib Jawa Timur, yang menilai usia tujuh tahun sebagai usia yang matang bagi sebuah media.
Sementara itu, perwakilan redaksi, Miftahul Ulum, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut mendukung pelaksanaan Anniversary ke-7. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dari terselenggaranya kegiatan.
”Tanpa dukungan dari semua pihak, acara ini tidak akan berjalan lancar dan sukses. Kami sangat berterima kasih atas doa, dukungan, dan partisipasinya,” kata Ulum, sapaan akrabnya.
Ia pun menegaskan, Lumbung Berita akan terus membangun sinergitas dengan seluruh stakeholder sekaligus meningkatkan profesionalisme redaksi. Di usia ke-7, media tersebut menargetkan dapat semakin dipercaya pembaca dan konsisten menyajikan informasi yang faktual bagi masyarakat Pasuruan dan sekitarnya.
Matahari mungkin perlahan turun di ufuk barat Karangrejo. Namun semangat Lumbung Berita tak ikut surut. Tujuh tahun telah dilalui dan perjalanan masih panjang. Dengan tumpeng yang telah dipotong, dengan sembako yang telah dibagikan, dengan doa yang telah dipanjatkan, satu hal yang pasti: Lumbung Berita akan terus berdiri tegak menyinari, menginspirasi, dan mengabdi.($@N/mal).
Panggung Itu Akhirnya Menyala: Lumbung Berita Rayakan Usia ke-7 dengan Syukur dan Kepedulian











