banner 500x300

Sukses, Kepala Desa Pejangkungan Manfaatkan Dana Desa untuk Budi Daya Ayam Petelur

banner 500x300

PASURUAN | KABARPRESISI – Sebuah terobosan ekonomi datang dari Desa Pejangkungan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Kepala desa setempat, Hj. Gofor, sukses mengembangkan budi daya ayam petelur dengan memanfaatkan Dana Desa (DD) untuk mendongkrak perekonomian warganya.

Proyek yang dimulai dengan pembangunan kandang dan pembelian 500 ekor ayam petelur ini menyerap anggaran kurang lebih sebesar Rp170 juta. Dana tersebut bersumber dari DD dan digunakan untuk kebutuhan awal seperti konstruksi kandang, pembelian bibit ayam, serta berbagai keperluan operasional lainnya.

Baca Juga :  Gema Komitmen Kapolri Tersesat di Sedati Sidoarjo: Ketika Ayam Aduan dan Dadu Beraksi, Penegak Hukum Justru Tidur

Menurut pengakuan Hj. Gofor saat dikonfirmasi, tujuan utama dari program ini adalah untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga sekaligus meringankan beban ekonomi mereka. Salah satu caranya adalah dengan membedakan harga jual telur.

“Kami membudidayakan ayam ini untuk bisa membantu keluhan warga. Harganya kami bedakan, lebih murah di sini,” ujar Hj. Gofor.

Dari hasil panen telur, harga jual di tingkat desa diklaim lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran di toko pada umumnya. Jika harga telur di toko mencapai Rp28 ribu per kilogram, maka harga di Desa Pejangkungan dijual lebih rendah agar masyarakat dapat membeli kebutuhan pangan dengan harga yang bersahabat.

Baca Juga :  Di Balik Keseriusan Jurnalisme: Ulang Tahun ke-44 Miftahul Ulum Diwarnai Candaan ‘Tambah Istri’ dan Tradisi Lokal ‘Mlorok’

Meski demikian, produksi telur dari 500 ekor ayam ini tidak selalu stabil. Dalam sehari, hasil yang diperoleh bisa mencapai 150 butir, namun di hari lain hanya sekitar 70 butir. Hal ini tergantung pada kondisi ayam dan faktor alam lainnya.

Kendati hasil telur belum konsisten, langkah Kepala Desa Pejangkungan ini patut diapresiasi sebagai inovasi berbasis desa yang berpihak pada rakyat. Ke depan, diharapkan program serupa dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan Dana Desa secara produktif.(Huri)