PASURUAN | KABAR PRESISI – Usai peresmian Satuan Pelayanan Penanganan Gizi (SPPG) Kertosari #003, Pro Garda Indonesia Bersatu (PROGIB) Jawa Timur menegaskan komitmennya sebagai organisasi masyarakat yang aktif mendorong realisasi program-program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran, salah satunya melalui pendirian dapur-dapur sehat (MBG).
Jamil, selaku Humas DPW PROGIB Jawa Timur, menyatakan bahwa SPPG Kertosari merupakan salah satu dari hampir 20 dapur yang telah diprakarsai dan didampingi oleh PROGIB di Jawa Timur.
“Sejak peningkatan status menjadi ormas, tugas kami adalah mendukung seluruh program pemerintahan Prabowo-Gibran yang terkait dengan Nawacita. Program MBG ini adalah wujud nyata dari komitmen itu,” jelas Jamil di sela-sela acara.
Lebih lanjut, Jamil memaparkan strategi PROGIB dalam mempercepat distribusi manfaat program gizi nasional. Salah satu langkah konkret adalah dengan mendirikan dan membina yayasan-yayasan yang secara khusus mengelola dapur sehat di berbagai daerah, termasuk Yayasan Generasi Putra Bangsa Nasional yang menaungi SPPG Kertosari.
“Istilahnya, di mana ada dapur, di situ ada PROGIB. Kami berupaya menjadi motor penggerak, bahkan sampai mendirikan yayasan sebagai wadah legal operasional dapur, seperti yang terlihat di Kertosari hari ini,” ujarnya.
Jamil mengungkapkan kebanggaannya terhadap antusiasme masyarakat, khususnya para relawan di Pasuruan. Meskipun honor yang diterima mungkin tidak sebesar upah minimum, semangat mereka tinggi karena merasa menjadi bagian dari program pemerintah yang mulia.
“Mereka sangat antusias dan ada rasa bangga. Di sini bukan hanya sekadar mencari rupiah, tapi juga mencari amal ibadah. Bisa jadi, anak-anak mereka sendiri juga menerima manfaat dari dapur bergizi gratis ini,” tutur Jamil.
Ke depan, PROGIB bertekad tidak hanya berperan sebagai subjek pendukung, tetapi juga sebagai objek yang aktif bergerak. Organisasi ini berkomitmen untuk terus berekspansi mendirikan dapur baru dan akan terlibat dalam pengembangan program turunan, seperti Koperasi Merah Putih, untuk memperkuat dampak ekonomi dari program MBG.
“Harapannya, selain dari MBG, teman-teman PROGIB juga akan terlibat di dalam Koperasi Merah Putih dan sebagainya. Kita harus aktif, dan alhamdulillah hasil kerja teman-teman sudah ada bukti nyata. Hampir semua dapur yang kami urus berjalan lancar,” pungkas Jamil.
Dengan pendekatan proaktif dan sinergi yang dibangun, PROGIB menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pencapaian target nasional penanganan gizi buruk dan stunting, sekaligus menggerakkan partisipasi masyarakat akar rumput.($@n)












