PROBOLINGGO | KABAR PRESISI – Menjelang pergantian tahun 2026, Gunung Bromo kembali bersiap menjadi magnet utama wisatawan. Ikon alam Jawa Timur yang terkenal hingga ke mancanegara ini diperkirakan akan mengalami lonjakan pengunjung signifikan, dengan puncak kepadatan mulai tiga hari sebelum tahun baru (H-3).
Gunung berapi aktif dengan ketinggian sekitar 2.392 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini terletak dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), yang mencakup empat wilayah kabupaten: Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang. Statusnya sebagai gunung berapi aktif dalam bentang alam yang dramatis, terutama saat matahari terbit, menjadi daya tarik utama bagi pelancong domestik maupun internasional.
Kawasan TNBTS menawarkan sejumlah spot wisata yang populer, di antaranya:
1. Penanjakan 1 (spot utama sunrise)
2. Kawah Bromo
3. Lautan Pasir dan Pasir Berbisik
4. Bukit Teletubbies
5. Bukit Cinta
6. Gunung Widodaren
Menyadari potensi kepadatan, beberapa wisatawan memilih berkunjung lebih awal. Sugianto, seorang wisatawan dari Rembang, Kabupaten Pasuruan, bersama dua rekannya telah mendaki pada Kamis (25/12/2025).
“Kami berangkat pukul 08.00 pagi agar bisa puas menikmati keindahannya. Alhamdulillah, kami bisa merasakan langsung pesona Bromo,” ujarnya.
Sugianto menambahkan strateginya, “Saya sengaja datang sebelum tahun baru karena biasanya sangat padat pengunjung dan jalannya ramai. Alhamdulillah, perjalanan lancar dan pemandangannya luar biasa.”
Mengantisipasi arus wisatawan, pengelola TNBTS dan pemerintah daerah dikabarkan telah menyiapkan skenario pengaturan lalu lintas, penjagaan keamanan, dan pengelolaan kerumunan. Calon pengunjung yang berencana menyambut 2026 di Bromo disarankan untuk:
* Mempersiapkan perjalanan dengan matang.
* Memesan akomodasi dan tiket masuk secara daring lebih awal.
* Membawa pakaian yang cukup hangat mengingat suhu ekstrem.
* Menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Dengan pesona alamnya yang tak terbantahkan, Gunung Bromo sekali lagi membuktikan diri sebagai destinasi unggulan Indonesia yang terus memikat dunia, sekaligus menghadapi tantangan pengelolaan kunjungan di momen-momen puncak seperti pergantian tahun.(HURI)











