Kapolres Tulungagung Larang SOTR yang Melanggar Aturan dan Ketertiban Umum

banner 500x300

TULUNGAGUNG | KABARPRESISI – Polres Tulungagung Polda Jatim akan menindak tegas segala bentuk Sahur On the road (SOTR) yang melanggar aturan berlalu lintas dan mengganggu ketertiban umum.

Hal ini dilakukan guna menciptakan kamtibmas yang aman dan kondusif selama bulan suci Ramadan 1446 H di Wilayah Kabupaten Tulungagung.

“Sahur on the road menggunakan sound sistem, selain mengganggu kenyamanan warga juga berpotensi memicu perkelahian atau tawuran antar kelompok”, ujar AKBP Taat Minggu (02/03/2025)

Baca Juga :  ‎Malam Bersejarah di Rizqy Sport Center: Bupati Cup 2026 Perdana, Bupati Pasuruan Impikan Atlet Tembus PON

Dengan pertimbangan itu, Polres Tulungagung Polda Jatim akan menggelar Operasi Pekat Semeru 2025 untuk menciptakan situasi kondusif selama bulan Suci Ramadhan.

Kapolres Tulungagung menerangkan, operasi ini menyasar tiga aspek utama, yakni larangan SOTR dengan sound horeg, peredaran minuman keras, dan penggunaan petasan.

“Polres Tulungagung tidak pernah memberikan izin untuk kegiatan SOTR,” tegas AKBP Taat.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, lanjut AKBP Taat aksi tersebut sering kali menimbulkan gangguan ketertiban, bahkan bentrokan antar kelompok.

Baca Juga :  ‎Dugaan Utang Piutang Berujung Ancaman, Warga Bangil Lakukan Mediasi di Balai Desa

“Setiap tahun ada laporan masyarakat yang merasa terganggu akibat penggunaan sound horeg, bahkan tak jarang terjadi bentrokan antar peserta SOTR,”kata AKBP Taat.

Selain itu, tempat hiburan malam di Tulungagung juga mendapat atensi khusus selama Ramadhan.

AKBP Taat menyebut pengamanan pada bulan suci akan lebih ketat dibanding hari biasa, mengingat potensi kerawanan yang lebih tinggi, terutama menjelang berbuka puasa dan sahur.

Baca Juga :  Polres Pasuruan Sosialisasikan Pemanfaatan AI kepada 300 Siswa SMAN 1 Bangil

“Kami akan menerapkan strategi pengamanan yang tepat agar situasi tetap kondusif,” pungkasnya. (*)

banner 500x300