‎Danone Indonesia Gaungkan Gerakan Pesantren Lestari Lewat Festival Air Bersih dan Sanitasi di Pasuruan

Gambar. Saat Danone Indonesia menggelar giat di Pesantren Ngalah.(Dok.)
banner 500x300

PASURUAN | KABARPRESISI — Harapan baru mengalir deras bagi dunia pesantren di Jawa Timur. Di tengah semangat menyambut Hari Santri Nasional, Danone Indonesia menggelar Festival Akses Air Bersih dan Sanitasi Pesantren Jawa Timur bertema “Mengalirkan Kebaikan: Akses Air Bersih dan Sanitasi untuk Santri Indonesia”. Acara berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Ngalah, Purwosari, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (08/10/2026).
‎
‎Kehadiran Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, semakin menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap agenda mulia tersebut. Pondok Pesantren Ngalah sendiri dikenal sebagai lembaga yang diasuh dan didirikan oleh KH. M. Sholeh Bahruddin, sosok yang telah lama mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan santri.
‎
‎Sebanyak 90 santri dari 30 pesantren di Kabupaten Pasuruan berkumpul, bukan sekadar untuk hadir, melainkan untuk menimba ilmu dalam edukasi air bersih dan sanitasi pesantren. Mereka adalah generasi penerus yang diharapkan membawa perubahan nyata bagi lingkungannya.
‎
‎Karyanto Wibowo, Director Sustainable Development Danone Indonesia, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada keluarga besar Pondok Pesantren Ngalah.
‎
‎”Bapak ibu semua para santri pada festival akses air bersih, tentunya kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar Pondok Pesantren Ngalah yang Alhamdulillah berkenan. Santri insya Allah akan mengikuti berbagai kegiatan edukatif,” ujarnya penuh haru.
‎
‎Ia pun berharap momen ini menjadi titik balik terwujudnya gerakan Pesantren Lestari. “Kami berharap di kesempatan atau momen, insya Allah sebentar lagi kita akan memperingati Hari Santri, kita bisa mewujudkan suatu gerakan Pesantren Lestari yang insya Allah menjadi model kolaborasi generasi santri yang sehat, yang tangguh, dan juga bisa berkontribusi yang positif bagi Indonesia,” lanjutnya.
‎
‎Karyanto juga mengungkapkan capaian penting dalam acara ini. “Alhamdulillah kita juga telah melaksanakan edukasi training of trainers kepada kurang lebih 90 peserta yang insya Allah hari ini kita akan mengukuhkan mereka sebagai Duta Bestari singkatan dari Bersih, Sehat, Tangguh, dan Mandiri.”
‎
‎Tak lupa, ia memperkenalkan Danone Indonesia yang telah tumbuh lebih dari 70 tahun di tanah air. Danone Indonesia kini memiliki 24 pabrik, dua di antaranya berada di Pasuruan, satu di Pandaan dan satu di Keboncandi.
‎
‎Namun, di balik semua capaian itu, tantangan masih membentang. “Di Indonesia kurang lebih 34.000 pesantren, di mana Jawa Timur ini salah satu provinsi dengan jumlah pesantren terbesar, lebih dari 7.000 pesantren. Tapi kita lihat tantangan masih ada. Kurang lebih 54 pesantren memiliki air bersih yang layak, tetapi baru 38% yang memiliki fasilitas sanitasi yang memadai,” ungkapnya dengan nada prihatin.
‎
‎Dari mimbar yang sama, Pengasuh dan Rektor Universitas Yudharta Pasuruan, Prof. Dr. H. Kholid Murtadjo, SE., ME., menyampaikan pandangannya dengan penuh semangat.
‎
‎”Yang kami muliakan, yang saya hormati seluruh yang hadir, Bapak Direktur Danone Indonesia Bapak Haryanto Wibowo, Bapak Ketua Dewan Pesantren Pasuruan, yang saya hormati wakil dari Gubernur Jawa Timur, Bapak Haji Emil Elistianto, yang saya hormati sumber daya air Kementerian PU,” sapanya.
‎
‎Dengan gaya khasnya, ia menyindir ringan betapa sederhananya solusi yang sebenarnya dibutuhkan. “Setidaknya kalau ditambah dengan program Danone, nggak banyak sebenarnya, tinggal ngatur saluran air saja. Ini untuk air minum dan ini untuk yang mandi, itu saja. Saya kira insya Allah itu sudah sangat-sangat terima kasih,” ujarnya disambut tawa hadirin.
‎
‎Ia pun menyinggung dampak positif bagi para santri. “Yayasan Darut Taqwa ini jadi adik-adik semua ini akan sehat, akan bersih. Dan ketika keduanya itu sehat, bersih, itu ada di hati-hati, insya Allah cerdas semua. Jadi ketika menghafal Alquran cepat, membaca Alquran memaknai mudah sekali karena cerdas,” tuturnya.
‎
‎Dengan jenaka, ia menggambarkan dirinya sebagai “amfibi” yang harus menyesuaikan penampilan. “Kalau saya pakai sarung seperti Kyai, wah ini mahasiswa nanti salaman semua ke saya, apalagi kalau bawa amplop, nanti kalau di syuting jadi viral. Tapi kalau malam saya tahu bagaimana santri dan mahasiswa apa yang sangat dibutuhkan, terutama air.”
‎
‎Sementara itu, KH. Tantowie Abdullah Siradj, Ketua Dewan Pesantren Kabupaten Pasuruan, menegaskan makna besar di balik peringatan Hari Santri.
‎
‎”Alhamdulillah puja dan puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah melimpahkan rahmat dan nikmat sehingga kita bisa berkumpul bersama. Ini adalah rangkaian Hari Santri, karena tepatnya Hari Santri adalah tanggal 22 Oktober,” ujarnya.
‎
‎Ia mengingatkan kembali peran besar santri dalam sejarah bangsa. “Peringatan Hari Santri adalah momentum penting untuk mengingatkan kembali peran besar santri mengisi kemerdekaan Indonesia. Namun di era sekarang, perjuangan santri tidak berhenti pada menjaga tradisi keilmuan agama saja, melainkan juga menjawab tantangan zaman melalui pola hidup sehat, kepedulian lingkungan, dan kemandirian.”
‎
‎Festival ini, menurutnya, adalah wujud nyata dari semangat itu. “Alhamdulillah di Pondok Pesantren Ngalah sekarang ada Festival Akses Air Bersih dan Sanitasi Pesantren Jawa Timur dengan tema Mengalirkan Kebaikan. Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif kolaborasi ini sebagai langkah nyata dalam mengedukasi pentingnya pemenuhan gizi, kebiasaan hidrasi sehat, serta pengelolaan sampah, termasuk kelestarian air di lingkungan pondok pesantren.”
‎
‎Ia pun berharap para santri tidak hanya cerdas secara spiritual dan intelektual, tetapi juga memiliki fisik yang kuat dan kepedulian tinggi terhadap lingkungan. “Menjaga kesehatan diri dan kelestarian alam adalah bagian penting dari ajaran Islam. Ini adalah jihad ekologi,” tegasnya.
‎
‎Di akhir sambutannya, KH. Tantowie memperkenalkan Dewan Pesantren Kabupaten Pasuruan, sebuah lembaga yang hanya ada satu-satunya di seluruh Indonesia. “Tujuannya, Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan menginginkan sinergi pesantren dengan Kabupaten Pasuruan, bukan hanya dalam masalah pendidikan saja, tapi juga dalam bidang kesehatan, sampah, dan lainnya.”
‎
‎Acara ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan pesantren mampu melahirkan perubahan nyata. Air bersih dan sanitasi layak bukan lagi sekadar impian, melainkan ikhtiar yang sedang diwujudkan setetes demi setetes, mengalirkan kebaikan bagi santri, bagi pesantren, dan bagi Indonesia.($@n)

banner 500x300
Baca Juga :  ‎Ketua DPW Progib Jatim Soemardi Priono Sambut Hangat Kapolda Baru: Selamat Bertugas, Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono!