banner 500x300

Gagal Panen Mengintai, Tangis Petani Pasuruan Pecah Usai Laporan Tiga Bulan Diabaikan

banner 500x300

PASURUAN | KABARPRESISI – Ratusan petani di Desa Pejangkungan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, hidup dalam kecemasan.

Ancaman gagal panen membayangi setelah tanggul saluran irigasi (PIER) di wilayah mereka jebol pada Kamis (5/2/2026) pukul 18.23 WIB, akibat diterjang hujan deras yang membuat air meluap.

Kejadian ini bukanlah pertama kalinya. Warga telah melaporkan kerentanan infrastruktur tersebut sejak tiga bulan lalu, namun tidak ada tindakan perbaikan dari pihak berwenang.

Ketiadaan respons itu kini berbuah petaka, meninggalkan luka dan kerugian yang harus ditanggung petani.

Baca Juga :  Satlantas Polres Pasuruan Tindak Truk Parkir Liar di Bundaran Apollo Pemicu Kecelakaan

“Apa lagi sekarang di musim hujan ini sering banjir. Kalau tidak diperbaiki, dampaknya kami tidak bisa bertanam lagi atau gagal panen,” keluh salah seorang warga, menggambarkan keputusasaan yang menyebar di desa.

H.Toha, salah satu tokoh masyarakat, mengonfirmasi bahwa penyebab utama adalah faktor alam.

“Jebolnya tanggul ini akibat hujan deras sehingga air meluap. Tanggul tidak kuat menahan besarnya air,” ujarnya. Namun, di balik pengakuan itu, terdengar tuntutan tegas. “Kepada yang bersangkutan dari bagian irigasi, segera ada perbaikan,” desak H. Toha.

Baca Juga :  Truk Fuso Parkir Sembarangan di Titik Buta, Ancam Keselamatan Warga Desa Pandean

Sementara itu, Kepala Desa Pejangkungan H.Gopor mencoba menenangkan warga. Beliau menghimbau masyarakat yang terdampak untuk bersabar, seraya kembali menegaskan bahwa ini adalah musibah akibat faktor alam.

Di saat yang sama, desakan agar pihak berwenang segera turun tangan semakin keras. “Pihak Peir segera turun ke lokasi yang terdampak agar bisa tahu kerusakannya. Sebab yang rugi warga Desa Pejangkungan, satu: gagal panen,” imbau Kades.(HURI)