banner 500x300

Pemuda Desa Pandean Inisiatif Bersihkan Saluran Air, Tidak Tunggu Perintah

banner 500x300

PASURUAN | KABARPRESISI – Pemuda Desa Pandean, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, menunjukkan kepedulian tinggi terhadap lingkungan dengan menggelar kerja bakti membersihkan saluran air yang tersumbat. Aksi spontan yang dimulai pada Selasa (3/2/2026) ini muncul dari inisiatif pemuda setempat tanpa menunggu komando atau perintah dari pihak desa.

Koordinator pemuda desa, Bapak Sibro, dikenal sebagai figur bijak yang mendorong partisipasi aktif warga muda. Dalam kegiatan ini, ia menunjuk perwakilan, Bapak Iyan dan Isharyanto, untuk memimpin penanganan sampah yang menyumbat aliran air.

Meski telah berlangsung hampir tiga hari, khususnya di wilayah Dusun Krajan, pekerjaan belum sepenuhnya tuntas. Namun, Bapak Iyan menegaskan bahwa penyelesaiannya akan diprioritaskan. “Kami akan segera menyelesaikan ini,” ungkapnya saat dikonfirmasi oleh awak media.

Baca Juga :  LSM AGTIB Soroti Truk "Plat Mati" Proyek Sekolah Rakyat, Respons Kasat Lantas Dipertanyakan

Kegiatan gotong royong ini mendapat apresiasi dari sejumlah warga, yang menilai langkah pemuda sebagai bentuk solusi cepat dan nyata mengatasi masalah kebersihan lingkungan di tengah musim penghujan.

Aksi pemuda Desa Pandean ini patut diapresiasi sebagai contoh nyata grassroot initiative atau inisiatif akar rumput. Mereka tidak hanya menunggu intervensi pemerintah atau pihak berwenang, tetapi langsung bergerak mengatasi masalah di lingkungan mereka sendiri. Hal ini mencerminkan sikap proaktif, kepemimpinan lokal, dan semangat kegotongroyongan yang masih kuat di desa.

Baca Juga :  Malam Kenal Pamit menjadi Penghormatan Akhir Rangkaian Sertijab Kapolres Pasuruan

Kepemimpinan Bapak Sibro yang disebut “bijak” tampaknya berhasil menciptakan kultur partisipasi, di mana pemuda tidak hanya jadi obyek pembangunan, tetapi subyek yang langsung bertindak. Meski pekerjaan belum selesai, komitmen untuk mempercepat penyelesaian menunjukkan keseriusan mereka.

Ke depan, kolaborasi antara inisiatif warga seperti ini dengan dukungan perangkat desa akan semakin optimal, misalnya dalam penyediaan peralatan atau pengangkutan sampah akhir. Langkah ini juga bisa menjadi model bagi desa lain untuk mengedepankan swadaya masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelancaran drainase, terutama sebagai antisipasi banjir.(HURI)