banner 500x300

Desa Pejangkungan Pacu Aksi Konkret Capai Target Bebas Stunting 2026

banner 500x300

PASURUAN | KABAR PRESISI – Upaya sistematis untuk mencetak generasi sehat dan berkualitas digelorakan Pemerintah Desa (Pemdes) Pejangkungan, Kecamatan Rembang. Komitmen menuju “Zero Stunting” pada 2026 diperkuat melalui gelaran Rembuk Stunting yang melibatkan seluruh unsur masyarakat, Selasa (30/12/2025).

Kegiatan yang berpusat di Warung Ganjaran Rosela (WGR), Mojoparon, itu bukan sekadar diskusi biasa, melainkan ruang strategis untuk membedah akar masalah dan menyusun peta jalan penanganan stunting yang lebih tepat sasaran di tingkat dusun.

“Kami tidak ingin ada satu pun anak yang tertinggal. Setiap balita harus terpantau dengan baik, dan peran kader di lapangan menjadi kunci untuk melaporkan perkembangan, terutama bagi yang membutuhkan penanganan khusus,” tegas Kepala Desa Pejangkungan, H. Abdul Ghofur, SE, saat memimpin rembuk.

Baca Juga :  Gema Komitmen Kapolri Tersesat di Sedati Sidoarjo: Ketika Ayam Aduan dan Dadu Beraksi, Penegak Hukum Justru Tidur

Rembuk tersebut dihadiri oleh elemen lintas sektor, mencerminkan pendekatan kolaboratif yang diusung. Hadir jajaran perangkat desa, Babinsa Sertu M. Sholikin, Tokoh Agama Ustadz Holillulloh, Bidan Desa Ibu Retno, Ketua TP PKK Ibu Lisda Riani, serta puluhan kader kesehatan sebagai ujung tombak.

Dalam arahannya, H. Abdul Ghofur merinci sejumlah fokus intervensi yang akan diprioritaskan. Di antaranya pendampingan intensif balita gizi buruk, penanganan khusus balita dengan kondisi medis seperti epilepsi, edukasi menyeluruh tentang laktasi dan nutrisi, serta intervensi dini bagi bayi yang mengalami keterlambatan perkembangan motorik.

Baca Juga :  Urus KTP Sebulan Tak Selesai, Warga Dipingpong Antara UPT, Dinas, dan Mall Pelayanan

Sebagai tindak lanjut konkret, Pemdes segera meluncurkan program Pelatihan Penanganan Stunting bagi Kader. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas teknis kader dalam melakukan deteksi dini dan memberikan intervensi awal yang tepat di level rumah tangga.

Dengan strategi yang terpetakan jelas dan dukungan sinergis dari semua pihak, optimisme untuk menekan angka stunting hingga nol pada 2026 semakin mengemuka.

Baca Juga :  AJPB Gelar Peringatan HPN 2026, Wujudkan Pers Sehat dan Bangsa Kuat

Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Holillulloh, menyematkan harapan dan semangat kolektif untuk mewujudkan generasi Pejangkungan yang sehat, cerdas, dan tangguh.(Huri)