PASURUAN | KABAR PRESISI — Bencana datang saat teduh usai. Dusun Pintrang, Desa Gambiran, Kecamatan Prigen, luluh lantak diterjang tanah longsor pada Senin (19/1/2026) sore.
Hujan lebat dan angin kencang yang menggila selama empat setengah jam sejak pukul 13.00 WIB menjadi algojo tak terlihat, menggerus lereng hingga menyeret sejumlah rumah warga ikut tersapu dalam amukan tanah.
Atap-atap berderak, dinding-dinding roboh, dan bangunan di tebing pun akhirnya runtuh bersama amukan alam.
Namun, di tengah nestapa dan tumpukan reruntuhan, sebuah aksi tanggap darurat bergerak dengan kecepatan luar biasa. Kapolsek Prigen, AKP Mulyono, langsung memimpin dari garis depan.
Tidak berhenti pada pemantauan di hari bencana, esok paginya, Selasa (20/1/2026), sang Kapolsek yang masih baru menjabat itu telah menjejakkan kaki di lokasi terdampak, memimpin langsung seluruh anggotanya untuk membagikan bantuan sembako dan melakukan proses evakuasi.
Di tengah kondisi tanah yang masih menggeram dan rawan bergerak lagi, Mulyono tidak segan mengotori sepatu. Ia turun langsung ke dalam lumpur dan puing, bahu-membahu dengan anggotanya membantu warga yang panik menyelamatkan barang berharga yang masih tersisa.
Sebuah gambaran kepemimpinan nyata yang tak hanya memberi perintah, tetapi mengulurkan tangan di tengah krisis.
“Ini adalah bentuk nyata bahwa Polri hadir untuk peduli kepada masyarakat, terutama di saat-saat sulit seperti ini,” seru AKP Mulyono dengan napas berat, suaranya terdengar jelas daru jerit kesedihan warga.
Semangat gotong royong antara seragam khaki dan warga pun terpupuk di atas penderitaan.
Kehadiran sang Kapolsek dan jajarannya bagai oase di tengah kegelisahan, memberikan suntikan ketenangan dan kekuatan bagi para korban untuk perlahan bangkit, memperbaiki serpihan rumah dan kehidupan mereka yang turut longsor siang itu.
Sebuah aksi heroik yang mengubah narasi bencana menjadi cerita tentang harapan dan kebersamaan.($@n)











