banner 500x300

Lapas Tulungagung Bekali Warga Binaan Keterampilan Konveksi, Produksi Ratusan Celemek untuk Program Makanan Bergizi Gratis

Gambar. WBP Lapas Tulungagung saat membuat celemek.(Foto.ist).
banner 500x300

TULUNGAGUNG | KABARPRESISI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung terus berkomitmen dalam membangun kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui pelatihan konveksi.

Kali ini, hasil karya WBP berupa ratusan celemek diproduksi untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah.

Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan teknis seperti menjahit dan menyusun pola, tetapi juga membangun kepercayaan diri serta motivasi WBP untuk memulai kehidupan baru.

Setiap jahitan yang dihasilkan menjadi simbol harapan bahwa masa depan tetap terbuka meski pernah melakukan kesalahan di masa lalu.

Baca Juga :  Bagikan 750 Paket Sembako, Kepala Desa Mojoparon Beri Perhatian untuk Warga Kurang Mampu di Bulan Ramadan

Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, menegaskan, “Pembuatan celemek ini bukan sekadar pelatihan, tapi bagian dari pembinaan holistik. Kami ingin WBP menyadari bahwa keterampilan ini adalah investasi untuk kehidupan yang lebih baik. Dengan tekun menjahit, mereka sedang merajut masa depan yang mandiri. Lapas bukan akhir, melainkan awal perubahan.” ucapnya. Kamis (31/07/2025).

Lapas Tulungagung berkolaborasi dengan Yayasan Gusti Maringi Mukti, penyelenggara program MBG, yang akan menggunakan celemek tersebut untuk para koki di dapur MBG. Perwakilan yayasan, Agung, menyampaikan apresiasi:

Baca Juga :  Pondok Pesantren Alfalah Gelar Buka Bersama serta Bagikan Santunan kepada 250 Anak Yatim Piatu

“Hasil karya WBP bukan hanya fungsional, tetapi juga bermakna. Setiap jahitan mencerminkan semangat belajar dan perubahan. Kami bangga bisa mendukung pemberdayaan ini dan berharap kerja sama ini berkelanjutan.”paparnya.

Program pembinaan kemandirian ini diharapkan dapat menciptakan produk unggulan sekaligus mempersiapkan WBP untuk kembali berkontribusi positif di masyarakat.

Baca Juga :  Satpol PP Kabupaten Pasuruan Intensifkan Razia Pekat Jelang Ramadan

“Kemandirian dan tanggung jawab adalah bekal utama reintegrasi,” tegas Ma’ruf menutup pernyataan.($@n)