banner 500x300

Bukti Rehabilitasi Berbuah Seni: Tari Tradisional Lapas Tulungagung Bersinar di Surabaya

Gambar.Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Tulungagung saat unjuk kebolehan dalam ajang Pentas Seni Perkemahan Satya Dharma Bhakti Pemasyarakatan yang digelar di Lapas Kelas I Surabaya, Porong, Sidoarjo.(Foto.ist)
banner 500x300

TULUNGAGUNG | KABARPRESISI – Pramuka Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Tulungagung unjuk kebolehan dalam ajang Pentas Seni Perkemahan Satya Dharma Bhakti Pemasyarakatan yang digelar di Lapas Kelas I Surabaya, Porong, Sidoarjo, Senin (21/07). Dalam acara bergengsi tersebut, Pramuka Lapas Tulungagung tampil memukau dengan menampilkan kesenian tradisional Tari Jaranan Sentherewe Turonggo Satria Bhinangun.

Mendapat urutan tampil ke-5, Lapas Tulungagung menurunkan tiga WBP yang berbakat, yakni Rizal dan Leo sebagai penari jaranan, serta Andika sebagai penari barong. Ketiganya tampil penuh semangat dan berhasil menyita perhatian penonton serta dewan juri melalui koreografi yang energik dan penjiwaan khas tari jaranan.

Baca Juga :  Satresnarkoba Polres Pasuruan Amankan Pengedar Sabu di Gajahbendo, Terancam Hukuman Seumur Hidup

Tari Jaranan Sentherewe yang dibawakan merupakan kesenian tradisional khas Tulungagung yang kaya akan nilai budaya dan spiritual. Pemilihan tari ini menjadi bentuk komitmen Lapas Tulungagung dalam melestarikan budaya daerah sekaligus menjadi sarana pembinaan karakter bagi para WBP.

Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, menyampaikan apresiasi atas penampilan para WBP-nya dalam ajang tersebut.

Baca Juga :  Satpol PP Tegakkan Aturan Pekat di Gempol: Warung Karaoke Diminta Patuhi Imbauan Ramadan

“Kami bangga atas penampilan para WBP yang telah mengangkat budaya lokal Tulungagung ke tingkat regional. Ini bukti bahwa proses pembinaan yang kami jalankan tidak hanya fokus pada kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga pada pelestarian budaya. Semoga semangat ini terus tumbuh dan menjadi bekal positif bagi mereka di masa depan,” ujar Kalapas.

Kegiatan ini merupakan bagian dari giat tahunan kepramukaan yang melibatkan perwakilan WBP dari 38 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Timur. Selain sebagai ajang kreativitas, pentas seni ini juga menjadi ruang ekspresi dan refleksi bagi para WBP dalam proses pembinaan mental dan sosial mereka.($@n)

Baca Juga :  "Kira Operasi, Ternyata Bagi Takjil": Aksi Satlantas Pasuruan yang Bikin Pengendara Terkejut

 

Penulis: Humas Lapas Tulungagung Editor: M.Hasan